Kumpulan Puisi Singkat

  • tanpa alas kaki, hujan menawan, terik menarik, apapun jadi, selalu berbagi, tak hitung untung rugi, ingin bertemu lagi.
  • Melawan arus jaman, tak akan kau tahan, walau dengan senapan, tak bisa kau hindarkan, suatu hari kau hanya kenangan.
  • Tirani, di atas perih dia menari, jerit itu tawa, hina adalah puja, duka seharum puspa, tutup mata telinga, bicara saja.
  • Semangatku telah berlalu, sesuatu buatku malu, kubutuh diriku yang dulu, kujemput diriku ke masa lalu, pacu, kini telah baru.
  • Kenyamanan ini telah hadirkan sejuta teror janji, tergantung sudah dan tak lagi berbagi, serakah yang pasti, menang sendiri
  • Kata, lari kencang tanpa henti, makna menyiksa perih, tak mau pergi, menhantui. Wahai penyair, jadikan aku tanpa makna.
  • Melantunkan irama sepi, tak perlu notasi, juga narasi, cukup ratapan dalam hati, melumatkan diri, perlahan pasti
  • Separuh sudah cukup, sedikit sudah lebih, sendawa harum, menghidupi, melingkupi, mengiring langkah penuh tanya tanpa ragu
  • kulawan arus, kuredam gundah, kububarkan sepi, tapi waktu tak sanggup kukalahkan
  • Jangan! Jangan tutup dulu peti itu! Aku masih ingin nikmati cantik pucatnya dan harum jasadnya
Advertisements

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s