KORUPSI

Suatu hari di kantor pemerintah.

“Adi, coba masuk ke ruangan saya!” Kata Pak Marno.

Adi segera masuk ke ruangan atasannya itu.

“Tutup pintunya! Duduk!” Katanya lagi. Adi pun segera menutup pintu dan duduk dengan posisi tangan di bawah meja. Jemarinya saling meremas, gugup.

“A..a..da apa pak?” Kata Adi pelan.

“Kamu tahu, laporan ini? Kamu yang buat kan? Saya baru selesai melalukan audit, saya menemukan banyak kejanggalan,” Pak Marno bicara dengan suara tinggi.

“Iya saya yang buat pak. Letak kejanggalannya dimana ya pak?” Adi bertanya penuh ragu.

“Ini, saya menemukan indikasi korupsi dilakukan oleh kepala kantor kita, Pak Nurdin. Kenapa kamu diam saja?” suara Pak Marno semakin tinggi.

Adi hanya tertegun tidak tahu harus berkata apa, namun kembali dia dikagetkan dengan bentakan atasannya itu.

“Ayo, jawab!”

“Begini pak. Pak Nurdin hanya bilang, nanti kita semua kebagian,” kata Adi sambil menunduk.

“Ohhh, ya sudah, kamu bisa kembali ke meja kamu,” Pak Marno bicara dengan nada yang jauh berbeda dengan awal pembicaraan tadi.

Advertisements

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s