Kuliah Umum: Chaos Theory

Hari ini di kampusku ada kuliah umum dengan topik “Chaos Theory”, sebuah studi yang mempelajari tentang tingkah laku sebuah sistem yang dinamis.

Aku sudah di dalam ruang kuliah. Ini kuliah umum, jadi tidak semua mahasiswa diwajibkan hadir, hanya saja topiknya sangat menarik untuk diikuti. Aku cukup heran karena sedikit sekali yang tertarik untuk menghadiri kuliah ini.

Menunggu sekitar lima menit, datang seseorang yang usianya kira-kira 50 tahun, berkacamata tebal hampir sama dengan pantat botol kalau kuperhatikan. Orang ini membawa tas jinjing yang segera dia letakkan di meja yang teletak di depan ruang kuliah.

“Maaf, ini kuliah apa?” Tanya orang itu dari depan kepada kami peserta kuliah.

“Kuliah umum chaos theory Pak?” Kata salah satu di antara kami.

Orang itu manggut-manggut, “Ohhhh, berarti saya harus mengajar di sini.”

Kemudian dia memperkenalkan diri, “Baiklah para peserta kuliah, Nama saya Prof. Sudiaman Sasmita, saya yang akan memberikan materi dalam kuliah chaos theory hari ini.”

Aku cukup aneh, karena seharusnya yang memberikan kuliah hari ini bukan profesor ini tapi Prof. Gindara Sumitra. Tapi sungguh tidak sopan kalau menanyakan hal ini pada sang profesor di depan karena seolah-olah kita tidak mempercayai kredibilitas beliau.

Prof. Sudiaman memulai kuliahnya mulai dari definisi chaos theory. Mahasiswa yang hadir mulai terlarut dengan penjelasan-penjelasan beliau. Sayang sedikit dari kami yang hadir dalam kuliah umum ini, aku mulai menikmati penjelasan beliau yang luar biasa tentang materi ini.

Lalu beliau menjelaskan tentang keterkaitan chaos theory dengan butterfly effect yang menggambarkan tentang pengaruh sebuah kondisi awal atau initial condition. Perubahan sedikit saja pada kondisi awal dalam sebuah sitem yang dinamis bisa menyebabkan perbedaan atau variasi yang sangat besar pada jangka panjang.

Kami semakin terbuai dengan penjelasan-penjelasan dari profesor ini. Tidak salah bila beliau menjadi menyampai materi hari ini, luar biasa contoh-contoh beliau berikan begitu mengena dan mudah dimengerti. Secara runut beliau menjelaskan tentang pengaruh penghasilan tukang becak di Yogyakarta terhadap nilai saham di BEI. Sepertinya tidak terpikir oleh kami sebelumnya, tapi setelah secara runut dijelaskan, ternyata masuk akal juga.

Satu jam kira-kira kami mendengarkan dengan seksama pemaparan beliau, namun tiba-tiba ada tiga orang petugas berseragam yang masuk ke ruangan kuliah kami. Petugas ini segera menangkap Prof. Sudiaman dan menyeretnya ke luar ruangan kuliah dan membawanya jauh dari gedung kuliah kami.

Kami semua masih terpaku pada kursi masing-masing. Sejak tadi telepon genggamku memang menyala, namun kuabaikan karena aku sedang fokus menyimak materi kuliah. Kuraih telepon genggamku dan membaca ada sebuah pesan singkat.

From: Andi

Robby, kuliah “Chaos Theory” diundur besok, kemarin sore aku baca pengumumannya. Maaf baru sempat beritahu.

Aku kaget membaca pesan singkat ini, jadi tadi itu siapa?

Seorang dari tiga petugas berseragam tadi kembali ke ruang kuliah, memberi sedikit penjelasan kepada kami.

“Maaf adik-adik mahasiswa, tadi pasien kami kabur dari RSJ, Jl. Riau. Maaf sekali ya.”

Advertisements

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s