#DKJT: Persembahan Awal Tahun Para Sahabat Pencari Tawa

JogjakartaDKJT, 4 Januari 2013, ada sebuah mini-show stand-up comedy yang seolah memisahkan diri dari hiruk-pikuk kota Jakarta, berjudul “Dari Kenal Jadi Tawa” #DKJT. Sebuah mini-show yang sengaja digelar oleh tiga orang yang mengaku belum terkenal dan bukan berdomisili di Jogjakarta. Mereka sendiri yang mengaku belum terkenal, mereka adalah: Peppe (@peppeishaam), Reno (@renofinady) dan Gian (@gianluigich), mereka mengaku punya ikatan khusus dengan Jogja, maka mini-show ini digelar di situ. Padahal mungkin, hanya akal-akalan mereka, kalau shownya nanti sepi, ada alasan, “Kalau di Jakarta mungkin bisa ramai…” hahaha.

Ada satu comic Jogja, Abe (@Abraham_TS) yang membuka mini-show ini, ini juga mungkin karena mereka nggak enak, karena selidik punya selidik Peppe dan Gian menumpang di tempat Abe selama mereka di Jogja. Udah ditumpangin nggak bayar, ya kasih aja jadi opener. Hahaha.

Saya hadir di show itu, sebagai penonton, bukan penonton bayaran seperti di Dahsyat atau Inbox. Saya benar-benar membeli tiket mereka, dengan ikhlas. Rp 25.000,00 harga tiketnya, jauh lebih murah dari tiket pesawat pergi-pulang Jakarta-Jogja tentunya. Harga yang harus saya bayar untuk punya alasan ke luar kota pada istri saya. Mudah-mudahan dia nggak baca.

Hari sudah sore, hujan rintik masih turun di Jogjakarta – bahasa gua liris banget. Kebiasaan orang Indonesia, kalau hujan, males keluar rumah. Padahal jomblo, di kamar juga sendirian, masih saja malas keluar lantaran hujan. Saya yang cukup jarang berdoa, sampai berdoa, supaya hujan berhenti, supaya itu bukan halangan untuk penikmat stand-up comedy datang ke #DKJT. Tapi walau hujan ternyata cukup ramai yang datang. Di akhir acara saya menanyai panitia, mereka bilang sekitar 80 orang yang hadir menyaksikan #DKJT malam itu.

Tempatnya di Misty, gedung yang baru direnovasi. Belum banyak yang tahu gedung ini, tapi keren banget ternyata. Oom Imot – salah satu comic jebolan kompetisi stand-up comedy di Kompas TV – dipercaya menjadi Voice Over (VO). Hanya suaranya saja yang kedengaran, mungkin sang empunya acara takut kalau orangnya juga nongol, nanti malah merusak suasana. Hahaha.

Abe adalah comic pertama yang naik. Materi Abe malam itu sedikit offensive dan seksis. Tidak ada masalah dengan pemilihan materi seperti ini, tapi ternyata tidak semua orang mampu tertawa mendengar materi Abe. Tapi Abe tetap percaya diri, tidak bergetar sama sekali, santai tapi sindirannya dalam. Beberapa materinya juga ‘kena’ malam itu. Seusai acara Abe menghampiri saya dan meminta pendapat saya soal penampilannya. Dengan gaya saya, saya bilang, “Ini mau dihibur atau mau pendapat yang jujur?” Hahaha. Seorang comic menurut saya harus peka terhadap penampilannya. Saya pun tahu kapan saya bagus, kapan saya kurang bagus. Tapi Abe saya kira cukup menghangatkan suasana sebagai penampil pertama malam itu.

Comic kedua, Peppe, naik dengan lagu pengantar “Libur Telah Tiba” milik penyanyi cilik Tasya. Peppe ingin mengambil persona mahasiswa imut, kacamata tebal, pakaian rapi, rambut kelimis. Sayup-sayup terdengar di sebelah ada penonton yang komentar, “Ihh, lucu banget sih ini cowok…” Sepertinya itu suara dari penonton wanita. Selamat ya, Pe, personanya dapat malam itu.

Peppe terlihat sedikit tegang di awal. Wajar sekali, saya teringat saat #tanpabatas pun saya tegang, jadi ini hal yang wajar dialami comic. Apalagi ini show pertamanya. Tapi lambat laun Peppe mampu membawa penonton ke alamnya. Peppe membawa saya – dan penonton lain – ke dunia mahasiswa. Para mahasiswa akan terwakili dengan materi-materi Peppe, dan yang alumnus seperti saya, seolah dibawa kembali ke masa-masa kuliah dulu. Dari mulai masalah titip absen sampai masalah ospek, lalu masalah rumahnya yang jauh dari kampus, dll.

Peppe menunjukkan sebuah teknik baru malam itu: “pelesetan callback“. Nggak usah buka buku teori, karena teknik ini tidak ada di buku manapun. Penasaran apa itu? Mudah-mudahan #DKJT mampir ke kota kamu.

Comic ketiga, Gian masuk. Harus diakui Gian adalah comic dengan LPM paling tinggi malam itu. Tidak mengecilkan yang lain, karena penampilan yang baik bukan hanya dinilai dari LPM tentunya.

Gian masuk dengan suara sirine, gimmick-nya paling matang malam itu, nggak usah diceritain karena nanti jadi spoiler. Setlist-nya terlihat sangat rapi. Mulai dengan materi yang sangat personal, menjelek-jelekkan diri sendiri – walau memang sudah jelek, hahaha – yang berhasil mendapat simpati penonton. Setelah mendapat simpati penonton, Gian lalu hajar materi yang lebih berat, soal opininya tentang kehidupan beragama, masalah sosial, dll. Tekniknya terlihat sangat matang, tapi memang karena ditunjang materinya yang juga bagus. Selamat Gian!

Comic keempat, atau yang terakhir malam itu, adalah Reno. Saya bilang Reno adalah one of the best story teller yang ada saat ini. Dia mungkin bisa jadi pesaing Pandji di kemudian hari. Maaf kalau dirasa lebay, tapi cara bertutur Reno malam itu benar-benar asik untuk didengar. Seperti mendengar aksi seorang pemain ketoprak. Saya duduk di sebelah Awwe – salah satu comic Bekasi – malam itu. Saat Reno tampil, kami sering cekikikan sama-sama walau Reno belum mencapai punchline. Cara Reno bercerita soal Jogja, soal dia sering naik pesawat, dan lain-lain, begitu asik untuk diikuti.

Reno mengaku dirinya sempat ragu untuk membawakan materi tentang Jogja di Jogja, takutnya jadi basi. Tapi ternyata malam itu keraguannya sama sekali tidak terbukti. Selamat, Bro!

Untuk sebuah mini-show, #DKJT dipersiapkan dengan sangat serius. Pemilihan venuegimmick, musik latar, sponsor, sangat rapi. Secara keseluruhan saya puas sekali menonton #DKJT. Sebuah show pembuktian, comic yang belum terkenal – menurut pengakuan mereka lho. Selamat juga untuk komunitas Standup Indo Jogja, ini adalah sebuah kerja tim tentunya.

Ternyata tidak terlalu penting untuk menjadi terkenal, kalian sekarang sudah cukup dikenal oleh kami rekan sesama comic.

Pulangnya kami makan sate klatak. Itu salah satu bagian penting kalau mengunjungi Jogja.

Saya jarang berdoa, tapi saya berdoa #DKJT bisa mampir ke kota-kota lain. Harusnya ke depan lebih banyak show seperti: #DKJT, #MarahTawa, Serigala Mencari Jodoh, dll.

Viva la komtung!

Sammy @notaslimboy, bukan penonton bayaran #DKJT

DKJT-salute

Advertisements

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s