#MarahTawa: Kemarahan Seorang Comic Petualang

MarahTawaBulan Januari 2013 ini adalah bulannya nonton stand-up comedy bagi saya. Dari mulai #DKJT di Jogja, #StudyTour di Bogor sampai yang terakhir 19 Januari 2013 giliran saya nonton #MarahTawa-nya Yogy (@setiawanyogy) di Karawang.

Apa ini sebuah bentuk support bagi comic-comic yang tampil? Boleh saja kalau mereka anggap itu sebagai sebuah bentuk dukungan, tapi saya nonton mereka bukan untuk – sekadar – mendukung. Saya menonton karena saya ingin menonton. Saya menonton karena saya ingin dihibur. Saya menonton sebagai penonton, bukan sebagai – kebetulan – ketua komunitas @StandupIndo yang lalu melakukan blusukan yang sedang tren belakangan ini.

Sebagai perbandingan, dulu saya sering sekali nonton ke cineplex. Sampai pada suatu hari dari sekian banyak film yang diputar, hampir semuanya sudah saya tonton. Jadi saya tonton saja film yang belum ditonton, belum tentu bagus, tapi ditonton dulu saja. Apa ini bentuk support? Saya hanya ingin dihibur waktu itu. Masalah kemudian setelah keluar gedung pertunjukan saya puas atau tidak, itu urusan nanti.

Bagaimana dengan #MarahTawa? Saya juga menonton dengan obyektif di atas.

Venue hari itu syahdu sekali. Telaga Resto, sebuah resto bernuansa alam yang terletak di dekat sebuah danau di Karawang International Industry City (KIIC). Sayang tempatnya hanya bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi dan aksesnya cukup jauh dari pusat kota Karawang. Tapi tempatnya keren banget, ruangan tempat berlangsungnya show juga unik, didindingnya terbuat dari kayu dilengkapi dengan AC, nyaman sekali.

Acara dimulai dengan doa untuk para korban banjir di Jakarta dan sekitarnya, termasuk juga Karawang yang terkena imbasnya. Sebagai catatan, banyak comic Karawang hari itu datang juga adalah korban banjir. Di awal acara ada persembahan musik akustik dari Ian (@ian_kanlah) sambil kotak sumbangan untuk korban banjir Karawang diedarkan.

Saya suka sekali suasana pertunjukan #MarahTawa semalam. Terasa seperti acara kumpul-kumpul keluarga, karena sedikit yang datang. Hahahaha. Eh, tapi jangan salah, walau mungkin hanya sekitar 40 orang saja yang datang, tapi memang suasananya tidak membosankan. Makanya jangan lewatkan lagi kalau ada mini-show atau tur yang datang ke kotamu. Walau comic-nya mungkin belum cukup terkenal, tapi materinya bisa saja lebih heboh dari comic ternama.

Comic pertama, Rizki (@rizki_aladha) pun tampil. Comic ini adalah comic Karawang kelahiran Indramayu. ‘Beruntung’ dia berasal dari Indramayu, daerah ini memang banyak bisa dieksplorasi untuk dijadikan materi stand-up comedy. Hanya mungkin karena sedikit gugup, karena ini penampilan pertama dia dalam sebuah show, ada beberapa punchline yang kurang terasa terdengar karena masalah intonasi.

Sandy (@_KataSandy_) comic kedua naik. Sekitar setahun yang lalu saya melihat openmic pertama dia di Cafe 212 Karawang, dan saya kaget sekali dengan perkembangan dia hari itu tampil sebagai opener #MarahTawa. Sudah jauh lebih santai, materinya ringan tapi unik.

“Lo tahu polisi tidur? Itu jangan-jangan dulu ada polisi yang tiduran di jalan, terus sengaja disemen dan diaspal..” Pecah.

Sandy ini comic yang tinggal di Cikampek dulunya, sekarang dia sudah kuliah di Jakarta. Sandy sengaja naik motor dari Cikampek ke Karawang untuk openmic, jaraknya lumayan jauh. Tapi sepertinya perjuangan dia tidak sia-sia.

Abi (@abdzr) adalah comic ketiga yang naik. Memperkenalkan dirinya sebagai ‘Herjunot Abi’ dan penonton langsung tertawa. Sayangnya Abi tampil sambil sesekali menyontek catatan materi. Tapi anehnya setiap dia melihat catatan, penonton justru tertawa. Ini agak untung-untungan sih, belum tentu kemudian hari akan berhasil. Tapi hari itu ya tetap, seperti kata Adriano Qalbi, “We have to respect a kill. A kill is a kill.”

Puncak acara pun tiba. Yogy naik ke atas panggung. Saya sudah merasakan aura dia sebagai bintang malam itu. Ini juga yang harusnya bisa jadi motivasi untuk comic lain menggelar sendiri shownya, karena bagaimanapun dalam show tunggal seperti inilah kita menguji seberapa besar peminat kita. Ajang lain seperti standup-nite tidak bisa terlalu menjadi patokan, karena masih ada headliner atau guest comic lain yang mungkin menjadi alasan orang untuk hadir.

Di antara comic-comic angkatannya, Yogy mirip dengan saya di angkatan saya. Saya sama seperti Yogy, cukup dikenal tapi tidak ‘terlalu’ laris – kalau dianggap ini jualan – dalam panggung-panggung stand-up comedy. Baru belakangan saya ‘agak’ dilirik. Tapi saya punya sebuah prinsip, saat tidak punya panggung dan ingin terus berkarya, kenapa tidak ciptakan panggung sendiri?

Emosi Yogy malam itu sampai ke penonton. Malam itu, itulah crowd dia. Mereka datang untuk menonton Yogy. Dan materi Yogy memang hanya ‘aman’ didengar oleh orang-orang yang datang mau menonton dia. Materi dia sangat offensive, tingkat offesive Yogy hanya bisa disaingi Rindra saat ini, dengan gaya yang lain tentunya. Namun lain dengan Rindra, Yogy punya ke-khas-an lain yaitu riffing. Tapi lain dengan Pandji atau Adjis Doaibu, Yogy lebih nyolot. Memang hanya cocok untuk orang-orang yang sengaja datang untuk menonton dia.

Sekitar 50 menit Yogy tampil, materinya beragam dari mulai soal agama sampai soal selangkangan. Kalau ingin tahu detilnya? Ya, tonton sendiri #MarahTawa kalau nanti Yogy datang ke kotamu. Intinya materinya Yogy masuk kategori: stand-up comedy garis keras.

Selamat untuk Yogy, semua opener dan komunitas @Standup_KRW yang sudah membuat acara ini bisa berlangsung. Saya merasakan sekali suasana persaudaraan kalian komunitas Karawang, sampai saya enggan berpisah dan masih ikut lesehan minum susu-jahe khas Karawang. Kalau dipikir-pikir, apa khasnya ya susu-jahe?

Materi Yogy malam itu tidak cocok utk di-upload ke youtube apalagi ditampilkan di TV. Makanya jangan lewatkan show-show seperti ini di kemudian hari.

“The revolution will be no re-run brothersthe revolution will be live” ~ Gil Scott Heron

Sammy @notaslimboy, penonton stand-up comedy garis keras.

Viva la komtung!

Advertisements

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s