Apa Beda Budiman Sudjatmiko dan Adian Napitupulu

Menduga-duga judul artikel di atas apa masudnya?

Saya mengajak kita masuk dulu ke kisah Western Wyatt Earp dan Doc Holliday. Ini sebenarnya sebuah sejarah, tapi banyak versinya. Sudah difilmkan dan versi yang saya suka adalah Tombstone. Ini film sudah banyak di torrent, silakan didownload. Ceritanya mereka adalah dua jago tembak. Wyatt Earp memilih bertani dan berternak, Doc Holliday yang lebih hebat skillnya memilih jadi pemabuk dan tukang judi. Sambil mabuk pun dia lebih hebat dari Wyatt Earp, namun Earp lebih punya leadership. Wyatt Earp sudah pernah berhasil memberantas kejahatan sebelumnya, dan memutuskan pindah ke wilayah lain dan menjadi petani dan peternak.

Saya hanya menulis dengan metoda ingatan, jadi banyak lupa nama daerahnya. Pokoknya di daerah baru itu dia bertemu Doc Holliday sang jago tembak sekaligus penjudi dan pemabuk. Muncul gerombolan penjahat yang sangat ditakuti saat itu, dipimpin Curly Bill dan Johnny Ringo. Mereka bengis, kejam, dan sangat ditakuti. Penegak hukum pun tidak mampu melawan mereka, bahkan dalam sebuah versi penegak hukum malah melindungi kawanan penjahat ini.

Wyatt Earp – bersama beberapa Earp Brothers – meninggalkan usaha pertanian dan peternakan mereka dan memutuskan untuk mengambil lencana Marshall untuk melawan gerombolan ini. Doc Holliday entah kenapa tertarik bergabung dan mereka menjadi kekuatan luar biasa. Singkat cerita pokoknya gerombolan Curly Bill dan Johnny Ringo kalah diberantas oleh Earp Brothers dan Doc Holliday. Wyatt Earp kembali bertani dan Doc Holliday meninggal karena kebanyakan mabok tuh orang, nggak ngajak-ngajak lagi.

Ini kan sama dengan kejadian di Indonesia. Sudah berulang terjadi di beberapa angkatan. Penjahat yang dilindungi oleh penegak hukum dan penguasa. Mahasiswa, meninggalkan kuliah, bersama rakyat meninggalkan profesinya masing-masing, sejenak, turun ke jalan, dan akhirnya penguasa berhasil digulingkan. Hanya bedanya, beberapa tokoh pergerakan, katakanlah aktivis, akhirnya malah ikutan masuk menjadi bagian dari kekuasaan. Tidak kembali ke profesi awal, seperti Wyatt Earp dan Doc Holliday.

Soe Hok Gie adalah tokoh yang konsisten. Dia menentang Soekarno, lalu tidak masuk sistem, Soeharto pun dia tentang. Gie lebih cocok dibilang Doc Holliday-nya Indonesia, sama-sama meninggal muda.

Ini hanya sebuah opini, boleh setuju atau tidak, menurut saya, saya setuju dengan prinsip Soe Hok Gie, Wyatt Earp dan Doc Holliday. Kembali ke profesi awal, tidak masuk ke dalam sistem. Dengan pandangan ini, maka Adian Napitupulu adalah seorang aktivis, maka kalau dia seorang yang berprinsip seperti Soe Hok Gie, seharusnnya dia tidak masuk ke dalam sistem. Pilihan orang bebas, kecuali memang dia rasa Soe Hok Gie salah. Apa bedanya dengan Budiman Sudjatmiko, sejak dulu dia politisi. Dia tidak berjuang sebagai aktivis mahasiswa, namun mendirikan partai yang bernama PRD. Jadi wajar dia ada di dalam sistem. Salut juga sih sebenarnya, dulu partai hanya tiga, PPP, Golkar dan PDI, anggap lah itu major label. Lalu Budiman Sudjatmiko mendirikan PRD, indie label. Luar biasa, walaupun sekarang dia ada di major label.

Advertisements

6 thoughts on “Apa Beda Budiman Sudjatmiko dan Adian Napitupulu

  1. cuma mau nyampein harapan ajh,, ane harap Indonesia cepet berubah dan revolusi mental bener2 terjadi sehingga kesejateraan merata… ane udah bosan dengan Indonesia yang gini2 ajh,, mau pindah negara lain, modal kagak punya, rasanya kayak kejebak banget, tiap hari nonton TV , liat berita isinya orang2 rebutan kekuasaan melulu, rakyat kelaparan, pembunuhan dan begal motor. Infotaiment isinya ampir tiap hari liat artis kayak Syahrini pameran tas mahal kayak princes keblinger, masih mending Pandawa Lima dr India di Eat Bulaga ANTV masih ada empatinya dengan warga kecil. giliran pasang TV kabel eh bulan ini blm dibayar biasanya tanggal 27 baru diputus, tumben amat bulan ini tanggal 24 udh kagak bisa nyambung lagi… ahhh bener2 bosenin deh.

    Like

  2. dulu Adian pernah bilang deh sebenarnya dia pengen para aktifis gabung ke satu partai supaya bisa membuat perubahan secara signifikan namun aktifis angkatan98 berpencar ke berbagai partai sehingga “mimpi”nya tidak terwujud … kalau engga salah …

    Like

  3. Setuju banget Bang klo di kampus saya malah abang abangya yg dulunya aktivis sejati malah rame rame pada duduk di partai gitu, trs hal hal yg dulunya mereka perjuangkan mendadak lupa kacau kacau…

    Like

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s