Tentang Bapak, 2003

Sedikit cerita saya, kejadian tahun 2003. Sebelum menikah, saya sudah punya rumah dan mobil. Biasa anak muda, ada uang, saya mau ganti mobil saya dengan mobil untuk balapan, gaya-gayaan, sok jadi anak mobil. Saya sampaikan itu ke saudara saya, eh sampai ke Bapak. Jam empat pagi, dini hari, weekday, saya ditelepon Bapak. Saya pikir ada apa, pagi-pagi telepon, dia hanya bilang, “Jangan beli mobil itu… Bapak nggak setuju..” Jam empat pagi saudara-saudara sekalian, ya saya menjawab ketus karena ngantuk, “Ahh, Bapak. Ini jam berapa, nanti kan Sabtu saya pulang ke Bandung. Kita omongin..” Ketus, dan cuman itu kalimat saya dan bapak menutup telepon. Saat itu saya kerja di Jakarta dan orang tua tinggal di Bandung. Setiap weekend saya pulang ke rumah orang tua.

Sabtu, pagi, saya berencana pulang ke Bandung. Saya terima telepon dari Ibu saya sambil menangis, “Sam, Bapak kita sudah tidak ada..”

Advertisements

8 thoughts on “Tentang Bapak, 2003

  1. Saya juga sering jawab ketus ke orang tua saya, om Sam. Saya menyesal setelahnya, tapi terus begitu. Saya terus berusaha berubah, tp ga selalu ingat kalo ini harus dirubah. Kadang begitu lagi. Sebagai seorang anak, saya merasa bangsat.

    Like

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s