Sebut Saja Fantasi Liga Indonesia

Bagi penggemar Liga Primer Inggris, tak lengkap rasanya kalau tidak memainkan Fantasy Premier League (FPL). Dalam permainan ini, kita memilih dan membeli 15 pemain (11 pemain inti, 4 pemain cadangan) sesuai dengan dana yang diberikan. Kemudian ke sebelas pemain inti Itu poinnya dihitung berdasarkan pernampilan sang pemain di atas lapangan.

Nah, bagaimana jika permainan ini juga dibuat versi Indonesia, dengan mengacu pada Liga Super Indonesia kesayangan kita tentunya (atau liga lain yang dianggap sah). Tentunya akan banyak sekali perbedaan dengan FPL di Inggris sana. Biar seragam, kita namakan ‘sebut saja Fantasi Liga Indonesia’.

Dalam ‘sebut saja Fantasi Liga Indonesia’, jangan heran kalau saat mengecek tabel poin, poinnya masih nol. Bukan karena browser yang bermasalah, tapi karena liganya memang belum main. Bahasa kerennya sih ditunda. PSSI dan jadwal bermasalah memang sudah cocok banget, tinggal dinikahkan saja tanpa perlu penghulu. Selain jadwal Liga Indonesia musim ini, ada Inter Island Cup 2014 yang lebih cocok disebut piala antar tahun. Terbaru, ada juga timnas U-23 yang rebutan “manggung” dengan One Direction. Menurut kabar, PSSI telat (banget) booking GBK. Sepertinya PSSI ini penganut paham ‘sesat’ @NOTASLIMBOY, kalau bisa dikerjakan besok, ngapain dikerjakan hari ini, kalau bisa booking Januari, kenapa harus dua tahun sebelumnya.

Lalu, jika di FPL kita hanya diperkenankan memilih pemain sebagai acuan perhitungan poin, di ‘sebut saja Fantasi Liga Indonesia’ bisa menghitung poin yang dikumpulkan wasit. Hitungannya, +1 kalau ada pemain yang mendorong wasit, +2 kalau wasit dipukul pemain, +4 kalau wasit dipukul, tapi pemain tidak dihukum. Eh dihukum, tapi hukumannya sering direvisi. Yang ngasih hukumannya siapa? Kompan alias komisi plin-plan.

Dalam perhitungan poin di FPL, jika ada yang menyarangkan gol bunuh diri, maka pemain tersebut akan mendapat -2 (minus dua). Nah, di ‘sebut saja Fantasi Liga Indonesia’ ini hitungannya berbeda. Coba ngitungnya gimana kalau satu pertandingan terjadi lima gol bunuh diri yang disengaja. Diulang, DISENGAJA. Selain mendapat poin minus, mereka juga mendapat malu, kalau punya.

Oh iya, selain pemain yang mendapat minus, di ‘sebut saja Fantasi Liga Indonesia’ ini PSSI nya juga mendapat nilai minus. Ah mereka mah emang sudah minus sih. Lagian mustahil permainan seperti ini ada di Liga Indonesia. Lah ngurus jadwal aja masih berantakan, gimana ngurus yang beginian. Makin minus kan.

“gak pake testimoni, punyanya nuelandreas”

-anonim-

Advertisements

One thought on “Sebut Saja Fantasi Liga Indonesia

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s