Pindah Aja Gih !!

Indonesia sebenarnya adalah negara yang hebat. Bahkan seharusnya bisa menjadi lebih hebat dari apa yang kita lihat sekarang. Tapi begitu banyak kenyataan-kenyataan yang bertolak belakang dari pernyataan awal tadi. Perilaku politisi yang bertarung memperebutkan kuasa, korupsi yang hanya merugikan rakyat, kebijakan-kebijakan yang nyata menyulitkan kehidupan rakyat.

Kemudian kita bisa mengkritik, entah melalui sosial media atau turun langsung ke jalan. Diperhatikan atau tidak, ya terserah, yang penting sudah puas mengkritik. Lagi pula, memangnya didengar? Kan bukan urusan saya. Urusan Ibu Budi?

Saya tidak sehebat Pandji Pragiwaksono yang menginspirasi banyak orang dengan jiwa nasionalismenya yang luar biasa, bukan juga admin GNFI (Good News From Indonesia) yang selalu menemukan sisi baik dari Indonesia dengan tujuan agar kita bangga sebagai warga negara Indonesia, bukan pula pacar kamu yang selalu ngasarin kamu.

Saya cuma serpihan bumbu anak mas yang ingin mengajak kamu mensyukuri keberadaan kita di bangsa ini.

Jujur, sudah lama saya sedih karena masih banyak teman-teman yang skeptis sama Indonesia. Selalu aja ada hal yang mereka keluhkan, mulai dari kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat sampai polusi visual yang dipraktikkan oleh Nassar di layar televisi. Iya, mereka cuma mengeluh tanpa memberi solusi. TAI (maaf kelepasan).

Saya capek mendengar omongan-omongan dari orang pesimis sama negeri sendiri, lebih capek dari ngedengerin pacar ngomel. Daripada kamu kritik sana sini tanpa dasar dan tanpa solusi, mending sekarang mulai berbuat apa yang menurut kamu kurang baik di negara ini. Kritik tentu tetap diperlukan. Criticize Indonesia, that’s how i love this country, kalau kata Bang Sammy.

Dari kritik, kita belajar untuk melihat segala sesuatu dari perspektif yang berbeda. Dari kritik, muncul ide-ide konkrit, bagaimana segala sesuatu seharusnya dilakukan. Secara nyata.

Contohnya, kalau kamu mengeluh Jakarta macet, itu artinya kamu orang baru di Jakarta. Kenapa kamu harus mengeluh? Dunia saja sudah mengakui bahwa Jakarta itu kota termacet di dunia. Mau protes? Mulailah pakai sepeda atau gabung ke komunitas @nebengers. Kamu sedih masih banyak yang tidak mampu sekolah? jadilah tenaga pengajar sukarela untuk adik-adik yang belum mampu membayar sekolah. Kamu tidak terima sama kebijakan hukum di negara ini? Bantulah mereka yang benar2 membutuhkan dampingan hukum, seperti #legalmelawak yang digagas oleh @notaslimboy.

Menurut saya, skeptis dan sinis terhadap Indonesia adalah bentuk ketidakadilan. Kamu lahir di Indonesia, makan, minum, sekolah, kuliah, pacaran, cari kerja, kawin, nikah, kawin di luar nikah (?) di negara ini, nikah di luar kawin (?) terus sepanjang hidup kamu sinis sama Indonesia tanpa berbuat apa-apa? ADIL? Ya jelas ENGGAK !!!. Gini deh, misal kamu punya orang tua yang memiliki banyak kekurangan, suka ngomel, marahin kamu, ngebentakin kamu, tetapi dengan segala kekurangannya itu kamu tetap diberi makan, dibiayai kuliah, dibelikan baju bagus, terus apa iya kamu bakal benci sama orang tuamu? Cerita ke orang-orang tentang keburukan orang tuamu? Enggak kan. Mau bagaimanapun juga mereka tetap orang tua yang harus kita cintai dan tetap harus kita ingatkan serta berikan saran dan solusi ketika keliru.

Ayolah, masih banyak kok hal yang bisa kita syukuri dan banggakan di Indonesia. Banyak warga Indonesia yang membuat gebrakan di dunia Internasional, dari dunia pendidikan sampai bisnis. Pariwisata kita juga gak kalah dibanding negara-negara maju. Yang paling hangat, Indonesia meraih juara pertama di International Tourism Film Festival di Bulgaria. Selain itu masih banyak lagi prestasi negara kita di kancah international, cek aja di google atau di akun @GNFI.

Memang dari dulu rakyat Indonesia ini adalah rakyat yang hebat dan rakyat yang mandiri. 

Tetapi saya tidak akan memaksa perasaan teman-teman, apalagi mengungkapkan perasaan cinta ke saya (?). Saya cuma ingin memberi saran, kalaupun gak pengen berbuat apa-apa buat bangsa ini, gak usah sinis deh ya. Apalagi sampai nyinyir sembari nyengir. Kalau mau mengkritisi, ya kritiklah dengan dasar argumen yang jelas. Jangan seperti… (siapa itu nama menteri yang bilang kita TIDAK JELAS?). Tetapi kalau kamu masih striptis skeptis dan gak berbuat apa-apa, mending kamu sekarang ambil koper, packing baju-baju kamu, lalu PINDAH KE DASAR PALUNG MARIANA!!

“TAI!!”
– Udin , 27thn , biasa nyeteplesin kuping orang –

Advertisements

8 thoughts on “Pindah Aja Gih !!

  1. hemmm bisadi bilang memaksakan kehendak tuh namanya, ini uda menyangkut masalahketidak adilan sosial, contoh paling simpel di kalimantan tempat gua lahir dan berkembang sampai 99,9 kg masalahnya lebih kompleks bukan pendidikan kita uda gratis kok bukan juga macet jalanan kita lumayan besar bukan kemiskinan cukup lah bukan kaya, hemmm korupsi kita mah uda biasa, yg jadi masalah cukup serius sedikit menakutkan mengkwatirkan ngak terlalu sih, Hutan bro hutan kita habis kayu kita di malingin biar gua demo sambil salto salto juga ngak mungkin di dengar uda di coba ma anak nak kampus ngak pk salto tapi, lahhhh tetapp aja hutannya makin lama makin habis ngak masalah orang utannya pada ke daerah komples perumahan minta makan ( ngak di liput media kan ) masalahnya banjir dan beberapa penyakit yang mulai muncul akibat pembalakan liar, ama kelapa sawit yang merajarela di mana mana belum lagi masalah tambang yang di tinggalkan lubang lubang tambang itu membuat masalah baru seperti air yg tercemar anak yg tengelam gara gara tambangnya di pinggiran kota…. nah brother dengan adanya hal ini please bilang ke saya di mana sayaharus bangga sama negara ini, iya loe bakalan bilang negara ngak salah kok yg salah pemerintahnya dan ngak mau tau loe harus bangga , ok fine gua banga jd Indonesia asal semua orang kalimantan yang lahnnya rusak ngak bisa berkebun tanahnya di jadikan tambang dan kelapa sawit di carikan jalan keluarnya giman coyy ….
    sorry banyak yg typo

    Like

    • bagian mana dari tulisan gue yang memaksakan kehendak? poin terakhir udah bilang gak memaksa, kalo emang tetep sinis karena situasi yang ada ya monggo.

      Bukan cuma kalimantan, gue pernah tinggal di papua, jogja, surabaya, jakarta. Setiap daerah punya kesusahannya sendiri2. Gue tetep sadar pemerintah kita emang kampret. Gue salut lo sampe demo sama anak kampus bikin gerakan buat menyelamatkan apa yang jadi keresahan lo skrg.

      Gue gak minta lo bangga sama negara ini, gak memaksa. Lo udah bergerak aja udah cukup, walaupun belum ada hasil. Setidaknya lo punya aksi nyata, gak cuma ngeluh2 kosong.

      Tulisan gue cuma pengen ngajak buat cinta aja sama negara ini walaupun byk kurangnya, kayak lo cinta sama pacar lo yang suka ngambek kalo chatnya gak dibales cepet. Gue makan minum dari tanah ini, gue juga sama kayak lo, kecewa sama sistem, tapi gue gak benci, gue masih optimis. Sekali lagi gue cuma ngajak, gak ikut ajakan gue pun gak masalah 🙂

      Liked by 1 person

  2. Masalah sebenernya bukan boleh atau gak memberikan kritik. Tapi masalahnya kritik dari rakyat itu didenger apa gak ya? kok kayanya mau demo sambil koprol bolak balik juga gak bergeming tuh. Kebijakan-kebijakan tetep aja menyusahkan rakyat. Paling banter kita hanya bisa mengupayakan membentuk opini semata.

    Like

  3. Gua nggak terlalu setuju dengan posting ini, karena sebenarnya tidak boleh ada org yang dilarang bicara apapun itu. Buruk dan baik adalah masalah relativitas. Saat ini ilmu pengetahuan kan berhenti, karena norma sudah dibuat standard yang mapan. Lain dengan zaman-zaman filsuf awal. Zaman ini, semua yang dianggap berperan hanya bila dia membawa keuntungan yang terlihat. Pemikiran tidak lagi dihargai, ide-ide nyeleneh dianggap nyinyir. Seseorang dianggap berkontribusi hanya bila menghasilkan keuntungan ekonomi.

    Di negara-negara maju, penghinaan, nyinyir, dll, tidak dihukum secara pidana. Hukumnya perdata, dianggap hanya sebagai pencemaran brand image. Nama baik kan personal brand.

    Semua orang punya hak bersuara, termasuk orang yang (dianggap) goblok. Tapi semua orang juga punya hak mengabaikan.

    Blog ini contohnya. Perbedaan pendapat kontributornya pun diizinkan. Yang penting traffic naik gua mah hahaha…

    Like

    • Di poin terakhir pun udah dibilang kalo gak akan memaksa perasaan (termasuk pendapat) orang yang sinis sama negeri sendiri. Bukan tidak menghargai suatu pemikiran, justru malah pemikiran dan ide kreatif buat negeri ini sangat dibutuhkan.

      Sayangnya, orang yang sinis kebanyakan kritik tanpa punya solusi.

      Like

      • Kritik tanpa solusi dlm sebuah segi itu sah. Krn keahlian org lain lain. Gua makan ke warung padang. Gua ya marah kalau rendangnya gak enak. Apa gua bisa kasih solusi? Tidak bisa. Tapi di segi lain kehidupan gua bisa kasih solusi. Kritik thd kebijakan yg korup dari sebuah rezim, solusinya apa? Ya pokoknya rezim itu salah.

        Banyak kita kemakan si JFK.. ask what you did to your country. Even when we did nothing, the government have to do something for the poor people. Pasal 34 UUD kita. Masak kita lebih percaya JFK dari UUD kita sendiri? Something wrong with out mind set. (In my opinion)

        Liked by 1 person

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s