90 menit* Untuk Steven Gerrard

Musim depan, akan menjadi musim yang benar-benar baru bagi Liverpool. Bukan, bukan karena ada trofi tambahan yang masuk ke lemari piala mereka. Menjadi baru, karena mulai musim depan Liverpool akan ditinggal sang ikon, Steven George Gerrard. Gerrard yang sejak 2003 menjadi kapten tersebut penasaran dengan gemerlapnya hollywood memutuskan hijrah ke MLS bergabung dengan LA Galaxy.

Tapi, sebelum terbang ke Amerika dan dijadikan komoditi bisnis oleh LA Galaxy, Gerrard masih punya 90 menit terakhir sebagai kapten The Reds. 90 menit yang sebenarnya tidak berarti apa-apa. Gelar liga sudah terbang ke London. Tiket final Piala FA pun sudah mereka sedekahkan pada Aston Villa. Bahkan tiket UCL telah dibagi rata pada masing-masing dua tim dari London dan Manchester.

90 menit yang akan dijalani Gerrard ini pun bukan 90 menit yang dihelat di bawah langit Istanbul saat gol pertama dari sang kapten menjadi pemantik semangat rekan-rekan lain untuk menyamakan angka yang berujung trofi Liga Champions kelima mereka. Bukan pula Wembley yang megah tahun 2006 dimana Gerrard menjadi penyelamat tim dengan tendangan keras dari jarak 32 m yang juga berujung trofi setelah melewati adu penalti. “Hanya” Britannia Stadium yang menjadi panggung terakhir Gerrard di EPL, karena Anfield telah menjadi tempat “pemanasan” kemarin malam. Anfield yang larut dalam dua kesedihan sekaligus. Melepas sang kapten dan kenyataan hasil pertandingan di papan skor.

Apa yang akan dilakukan Gerrard dalam 90 menit terakhirnya berseragam The Reds? Tanpa memasukkan Tuhan, hanya Gerrard yang tahu jawabannya. Bisa saja ia menghampiri kameramen dan mencium…….kameranya, dengan membobol gawang Asmir Begovic terlebih dahulu tentunya. Atau mungkin ia akan kembali mempertontonkan keahliannya selain bermain bola. Apalagi kalau bukan terpeleset.

Sedikit tentang terpeleset, saya heran kenapa kisah heroik terpelesetnya Gerrard ini bisa begitu melekat di ingatan para penonton. Rekan Gerrrard di timnas Inggris yang juga kapten Chelsea, John Terry juga pernah mengalami nasib naas tersebut. Bahkan dalam momen yang sama atau bahkan lebih besar dari Gerrard. Final Liga Champions. Andai saat itu Terry tidak terpeleset dan bola masuk, Chelsea lah yang berhak mengangkat trofi. Terry bahkan terpeleset lagi saat Chelsea menyerah 3-5 dari Arsenal. Tapi tetap saja, meminjam sebutan Pangeran Siahaan, The Great Slip milik Gerrard lebih ikonik. Sampai-sampai julukan Stevie G pun ikut terpeleset menjadi Slippy G. Nasibmu, Kak.

Melanjutkan paragraf sebelumnya, apa yang bisa dilakukan Gerrard dalam 90 menit terakhirnya? Mungkin judul ini akan saya ganti andai Gerrard berniat mempertajam capaian 38 detik menerima kartu merah. Dan, lagi-lagi judul artikel ini harus diganti andai pada pertandingan terakhir nanti Mr. Brendan memilih untuk membiarkan Gerrard bernostalgia mengenang masa-masa indahnya, dari bangku cadangan. Juga berdoa semoga dengan kepergiannya ke Amerika, orang-orang lebih mengingatnya sebagai seorang legenda tanpa embel-embel terpeleset.

 

 

*Ditulis oleh seorang fans Chelsea, dipublish di blog milik seorang liverpudlian. Anggap saja tribute. Untuk para liverpudlian yang kebetulan baca tulisan ini, jangan marah karena yang kepeleset dia, yang kena kartu merah dia. Kalau masih marah juga, berarti (maaf) goblok.

Advertisements

2 thoughts on “90 menit* Untuk Steven Gerrard

  1. Gerrard adalah pemain yang saya hormati. Sebagai fans MU, saya tidak malu untuk mengakui itu. Semangat dan daya juang yang ia berikan untuk tim. Berbagai kegagalan dan keberhasilannya menyatakan bahwa ia sama seperti kita. Seorang manusia.

    Like

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s