Kejutan-Kejutan Hary Tanoe

Gaung copras-capres yang melelahkan dan sedikit memuakkan itu memang sudah berakhir lebih dari setahun yang lalu jika dihitung dari masa sebelum kampanye. Salah satu indikator berakhirnya masa itu adalah pelantikan pasangan Jokowi-JK Oktober silam. Walaupun memang sampai detik ini masih banyak para barisan sakit hati yang lantang berteriak (di media sosial) dengan jargon andalan, “coba Prabowo yang kepilih”, “tuh liat presiden pilihan lo”.

Dengan dilantiknya pasangan Jokowi-JK tersebut, mereka yang berstatus sebagai mantan calon, mantan bakal calon presiden maupun yang kepedean memproklamirkan dirinya sebagai calon presiden (baca: Farhat Abbas) melakukan gerakan balik kanan kembali ke pos-pos terdahulu. Prabowo tetap menjadi Prabowo mantan suami Titiek Soeharto, Rhoma Irama tetap menjadi satria bergitar yang berkelana mencari Ani dan Aburizal Bakrie dengan koleksi teddy bear dan………….lumpur pastinya.

Yang berubah mungkin Farhat Abbas. Pengacara nyentrik yang kerap menggunakan dengkul ketimbang otak untuk berpikir itu meng-upgrade status juru bicaranya menjadi teman seranjangnya, mendepak Nia Daniaty, yang sepertinya lebih bahagia setelah lepas dari Farhat. Juga ada Hary Tanoesoedibjo yang kini sedang asyik dengan taman bermain barunya yang ia beri nama Perindo.

Berbicara tentang Hary Tanoe (selanjutnya disebut HT), pengusaha yang satu ini kerap menghadirkan kejutan dalam setiap gerak-geriknya. Sebelum di Perindo, karir politiknya diawali dengan bergabung bersama partai pesakitan Golkar, yaitu NasDem. Karena (mungkin) di Nasdem ia tidak mendapat posisi yang diharapkan atau karena tak tahan dengan brewok Surya Paloh, secara mengejutkan HT pergi dari NasDem.

Lepas dari NasDem beserta brewok Surya Paloh, HT lagi-lagi membuat publik terkejut setelah merapat ke partai pesakitan Golkar lainnya, Hanura. Di Hanura, HT kembali menghadirkan kejutan-kejutan lain. Diantaranya saat ia berhasil meyakinkan Wiranto, ketua umum sekaligus pasangan capresnya untuk tampil dalam sinetron Tukang Bubur (yang tukang buburnya udah gak ada, yang episodenya panjang banget, yang gak ada yang tau kapan tamatnya) Naik Haji. Tak cukup sampai disitu, HT juga sukses meluluhkan hati Wiranto untuk turun ke jalan mendekati rakyat dengan menyamar menjadi…….tukang becak.

Lalu, melalui saluran televisi miliknya, ia sempat berkampanye dengan kedok kuis kebangsa[t]an. Ada satu kejadian menarik yang terjadi dalam salah satu episode kuis kebangsa[t]an tersebut. Peserta kuis yang berpartisipasi dengan cara menelpon itu dengan cerdas menjawab soal sebelum soalnya dibacakan. Sontak kejadian tersebut mendapat reaksi negatif dari publik. Namun jodoh dan takdir tetap ada di tangan Gusti Allah, segala cara yang dilakukan HT untuk mengambil suara rakyat dengan membentuk Wiranto menjadi sedemikian rupa, berkampanye sedemikian gila akhirnya berujung perpisahan, dengan satu kata terakhir dari Wiranto, ASEM!!.

Terakhir, kejutan HT terlihat dalam ajang Indonesian Movie Awards (IMA) 2015 yang dihelat senin (18/5) lalu. Nominasi untuk kategori soundtrack terfavorit yang sedianya berjumlah lima, mendadak menjadi enam, beberapa hari sebelum penyelenggaraan. Melengkapi kejutan, nominator tambahan tersebut akhirnya berhasil menggondol penghargaan soundtrack terfavorit berbekal lagu Indonesia Milik Kita Bersama, ciptaan Liliana Tanoesoedibjo.

Familiar dengan namanya.

Advertisements

4 thoughts on “Kejutan-Kejutan Hary Tanoe

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s