Mereka Yang Menyebut Mereka Ustadz

Mendekati bulan puasa, akan banyak ustadz yang menghiasi layar kaca. Baik itu yang muncul dengan berceramah ataupun yang hanya wara-wiri dengan kegiatan di luar ceramah. Dari kelompok yang berceramah sendiri, ada yang berceramah secara wajar, dalam arti hanya ceramah, tapi tidak sedikit yang menyampaikan ceramahnya dengan gaya khasnya masing-masing, yang membuat masyarakat lebih ingat dengan kekhasannya dari pada isi ceramahnya.

Beberapa waktu lalu, nama Guntur Bumi sempat mencuri perhatian dengan seringnya dia muncul di televisi. Tapi sepanjang yang saya perhatikan, kemunculannya tidak dalam kapasitas dia sebagai ustadz, tetapi sibuk dengan urusan keluarganya. Mulai dari keharmonisan dia dengan istrinya atau pun tentang kehamilan istrinya. Terbaru, sosok yang dulu hobi nangkepin hantu ini harus berurusan dengan pihak berwajib karena tuduhan kasus penipuan dari para pasien yang merasa dirugikan dengan praktek pengobatan yang dijalankan Guntur Bumi.

Berikutnya ada Solmed. Tidak ada keanehan yang saya lihat saat pertama kali kemunculannya. Saya pertama kali tahu orang ini lewat acara Assalamualikum Ustadz yang tayang di RCTI. Tapi akhir-akhir ini, lebih banyak porsi untuk kehidupannya bersama April Jasmine istrinya dan Lamborghini, simbol kesuksesannya. Hehehe.

Beralih pada ustadz yang memiliki gaya khas, mundur jauh ke belakang, saya sempat menyaksikan seorang ustadz yang menyampaikan ceramahnya dengan cara berpantun. Mungkin buat sebagian orang hal itu masih wajar, tapi dengan reaksi tertawa dari jamaah yang mendengar ceramahnya, apa bedanya dengan acara lenong dan kicauan-kicauan Tifatul Sembiring. Atau siapa yang tidak ingat dengan ustadz Maulana. Saya yakin kebanyakan orang lebih ingat jargon ‘jamaaaah…..ooh………jamaaah’-nya daripada keseluruhan isi ceramahnya.

Mungkin ustadz-ustadz tersebut bertujuan untuk menjaga eksistensi dengan kekhasan mereka dan berdalih masyarakat sekarang butuh sesuatu yang lebih segar dan unik, termasuk ceramah agama. Tapi ya nggak segitunya juga. Di sini, saya tidak bermaksud untuk menjelek-jelekkan ustadz-ustadz tersebut, saya sendiri muslim. Cuma ya tolonglah jaga wibawa dan kembali ke ‘jalur’. Saya punya banyak pelawak favorit yang bisa membuat saya tertawa, saya bisa melihat Addie MS dan Memes sebagai pasangan harmonis, saya bisa menonton film Fast and Furious untuk melihat deretan mobil mewah dan hingga detik ini saya tak punya niatan untuk menambah istri. Jadi, cukup ceramah aja ya.

Advertisements

6 thoughts on “Mereka Yang Menyebut Mereka Ustadz

  1. Belajar juga punya teknik dan cara penyampian buat si pendengar tertarik, ceramah yg biasa di masjid biasa kalian suka ga denger, apalagi artis. Emang suka denger ceramah.

    Bukankah kita semua juga ustat, dlam agama sudah di wajibkan untuk mengamalkan dan menyampaikan kepada orang lain.

    Like

  2. Sekalipun yg banyak ngarang buku kayak aa gym atau si ustad sedekah, tidak membuat mereka menjadi berbobot, soalnya bukunya hanya untuk jualan dan di buat sedemikian rupa sama marketing supaya eye catching dan ada yang beli… malahan saya curiga bukan karangan ustadnya karena AA Gym pun punya tim untuk bikin skrip khotbah …

    Mau ketemu ustad yah harus ke islamic center, batu nemu ustad beneran yang ilmunya bisa dipertanggungjawabkan karena lulusan universitas (beda sama mantan napi si sedekah sama aa gym yg cm otodidak) … Tapi zaman sekarang harus hati-hati soalnya islamic center sekarang jadi target PKS untuk menggalang “umat” … :mrgreen: salah-salah bisa dicuci otak sama kader pekaes hihihi

    Like

  3. njirrr.. ya kata kebanyakan orang, ada 3 (tiga) kategori ustadz,, pertama “USTADZ” ya,,, lulusan pondok pesantren dan tau seluk beluk soal agama. kedua “USTADZ2AN” orang pintar yang bertindak secara efektif, liat peluang kenapa gak diambil?., ketiga “KEPAKSA JADI USTADZ” ACARA UDAH MAU DIMULAI TAPI GAK ADA YANG NGISI AHIRNYA ASAL PILIH, YANG PENTING MAH RETING OM!!!

    Like

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s