Cacing Besar Alaska Dan Hancurnya PSSI

Sebagai pembuka, saya ingin membuat sebuah pengakuan. Di umur saya yang sekarang, 25 tahun, saya masih menonton serial Spongebob Squarepants, dengan alibi nemenin anak nonton. Ada beberapa episode yang masuk ke dalam list episode favorit. Salah satunya adalah episode yang berjudul Sandy, Spongebob and The Worm. Episode ini mengisahkan Bikini Bottom di malam hari yang tenang karena penduduknya sudah terlelap, terusik dengan kedatangan seekor cacing raksasa. Cacing tersebut mengelilingi kota dan memakan apa-apa yang ia lewati, mulai dari rumah nanas milik Spongebob, ekor Sandy si tupai hingga tugas sekolah anak-anak warga Bikini Bottom. Keesokan harinya, para penduduk Bikini Bottom berkumpul di Krusty Krab dengan maksud mendengar kesaksian dari Spongebob sekaligus mencari jalan keluar dari serangan cacing raksasa tersebut. Ditengah perdebatan, Patrick yang dikenal sosok yang bodoh muncul dengan sebuah ide konyol, yaitu memindahkan Bikini Bottom ke tempat yang lebih aman dengan cara………..mendorong kota tersebut.

Lalu, muncullah Sandy, yang dikenal sebagai seekor tupai pemberani, yang berniat melawan cacing raksasa dan mengambil ekornya kembali. Rencana si tupai Texas tersebut ditentang Spongebob yang khawatir akan keselamatan temannya tersebut. Tapi, Sandy tetap dengan pendiriannya dan mendatangi cacing raksasa tersebut. Lewat sebuah pertarungan ia berhasil mematikan musuhnya tersebut. Tapi pertarungan yang dimenangi Sandy tidak menyelasaikan masalah, karena lawan yang dilumpuhkan Sandy tadi bukanlah cacing raksasa, melainkan lidah dari si cacing raksasa tersebut.

Cacing yang marah lalu mengejar mereka berdua, Sandy dan Spongebob. Dengan sekuat tenaga, mereka berlari menghindar dari amukan cacing tersebut. Lewat aksi kejar-kejaran yang melelahkan, mereka berdua akhirnya selamat dan mengantar cacing raksasa tersebut masuk ke dalam jurang.

Kisah Spongebob di atas kalau diperhatikan mirip dengan yang terjadi dalam dunia sepak bola Indonesia. Di sini, sepakbola Indonesia diibaratkan sebagai Bikini Bottom. Bedanya, Bikini Bottom adalah sebuah tempat yang basah, karena memang laut tentunya, sementara sepak bola Indonesia jika diibaratkan sebuah tempat, adalah sebuah gurun yang sedang dijadikan tempat shooting sinetron. Kering prestasi dan banyak drama didalamnya.
PSSI yang sedang disorot karena tetap meloloskan Arema dan Persebaya walaupun kedua tim tersebut todak lolos verifikasi mendapat serangan dari Menpora yang berwujud lidah cacing yang terus melahap siapaun yang melawan. Menpora dengan segala kuasanya membekukan PSSI dan membuat orang-orang didalamnya gerah. Tak terima dengan keputusan Menpora, petinggi PSSI yang kali ini diwakili oleh sesosok tupai bernama Sandy ditemani Spongebob menyerang balik dan sukses melumpuhkan lidah cacing dengan jalan membubarkan kompetisi.

Dengan pembubaran kompetisi tersebut, PSSI merasa di atas angin dan mengadu pada wakil presiden agar Menpora mencabut pembekuan mereka. Ditengah konflik yang makin panas, cacing raksasa yang mewakili FIFA marah besar karena PSSI dianggap melanggar statuta dengan membiarkan pemerintah mengintervensi PSSI. PSSI berbalik arah dan dengan  segala cara menghindar dari ancaman sanksi yang  ditebar FIFA.

Di akhir episode tersebut Bikini Bottom hancur tertimpa badan si cacing raksasa. Serupa dengan persepakbolaan Indonesia yang pada dasarnya sedang berada dalam jurang yang sangat dalam, semakin hancur lebur oleh sanksi FIFA yang diterima.

Pertanyaannya, siapa sosok Patrick yang bodoh, memiliki sebuah ide konyol yang anehnya dituruti semua orang, yang membuat Bikini Bottom hancur?

Advertisements

8 thoughts on “Cacing Besar Alaska Dan Hancurnya PSSI

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s