3 Periode Utama Seorang Pejabat

Tidak perlu seorang pakar politik yang jenius untuk membuat sebuah siklus dalam satu periode kepemimpinan berbagai pejabat dalam berbagai tingkatan. Anekdot yang beredar sudah dari lama, mengatakan bahwa periode kepemimpinan seorang pejabat itu terbagi menjadi 3 periode utama.

Periode pertama adalah masa bulan madu, dimana seorang pejabat bersuka cita karena telah dipilih oleh masyarakat. Tidak hanya sang pejabat, tetapi antek-antek dibawahnya yang ikut menjadi tim sukses pun juga ikut bersuka cita. Karena akan ada pembagian kursi untuk tim sukses seorang pejabat. Semakin berkontribusi seseorang, maka semakin empuk dan enak kursi yang akan diberikan untuknya. Pada periode ini juga akan mulai diikuti oleh penggantian “orang-orang lama” yang dianggap berseberangan dengan pejabat yang baru saja naik.

Periode kedua adalah masa pengumpulan. Pengumpulan apa? Ya pengumpulan sumber daya untuk bisa menjabat lagi kedua kalinya. Masa pengumpulan ini akan dilaksanakan jika masa periode pertama sudah berjalan dengan baik. Dalam arti semua orang sudah kebagian kursi sesuai dengan jatah masing-masing dan bila semua orang lama relatif sudah disingkirkan sepenuhnya. Ya sekurang-kurangnya, mereka yang punya congor paling mengganggu sudah di beranguskan.

Target di masa pengumpulan ini adalah untuk meraup sebanyak-banyak sumber daya yang diperlukan untuk melanggengkan upaya bisa menjabat lagi. Pada periode kedua ini, akan mulai bermunculan tokoh-tokoh berseberangan, baik yang menentang kebijakan dan yang berpotensi untuk mengalahkan.

Tokoh-tokoh yang berseberangan itu nantinya akan mulai dipikirkan caranya, bagaimana untuk disingkirkan. Jika ini sudah terjadi, artinya kita sudah melihat periode ketiga, atau yang bisa kita sebut sebagai periode persiapan untuk menjabat lagi. Inilah periode yang dapat dibilang paling seru karena penuh dengan intrik dan konflik. Periode ini dapat di bilang sebagai periode yang paling kejam, karena konotasi menyingkirkan, bukan hanya secara politik, ataupun finansial, namun bisa jadi secara fisik.

Makanya dalam periode ini akan banyak sekali character assassination yang terjadi. Menyingkirkan seseorang biasanya dilakukan pertama kali dengan melakukan pembunuhan terhadap citranya. Bisa jadi dengan skandal seks murahan, ataupun memberantas citra seseorang yang memang benar-benar bersih menjadi terlihat benar-benar kotor.

Anda bisa mengaitkan ketiga periode ini dengan maraknya sejumlah tokoh-tokoh penting yang secara tetiba menjadi pesakitan di mata hukum. Hukum yang kini sudah dikuasai oleh oknum-oknum yang punya kepentingan menguasai periode berikutnya.

Satu lagi yang mungkin bisa anda cermati, jika semua pejabat siklusnya seperti 3 periode yang saya sebutkan, yakni bulan madu, pengumpulan sumber daya dan kemudian persiapan untuk dapat menjabat lagi, lalu kapan mereka bekerjanya ya?

Advertisements

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s