Duit

Duit. Uang. Kata orang dengan duit kita bisa melakukan apa saja dan membeli apa saja. Ya setidaknya hampir semuanya. Semakin banyak duit yang kita miliki maka semakin banyak hal-hal yang bisa kita lakukan. Termasuk diantaranya membeli Lamborghini dan mengendarainya sesuka hati. Tetapi seperti kata pamannya Peter Parker (Spiderman), with great power comes great responsibility. Artinya dengan semakin banyaknya duit yang kita miliki, semakin besar juga tanggung jawab yang kita miliki.

Duit juga bisa dipergunakan untuk membeli space iklan di sebuah koran. Seperti apa yang dilakukan oleh seorang pengacara yang membela kliennya Wiyang Lautner si pengendara Lamborghini yang telah menewaskan satu warga. Perhitungan saya, iklan tersebut kemungkinan besar menghabiskan dana diatas Rp10 juta rupiah. Jika UMR Jakarta tahun 2015 sebesar 2,7 juta rupiah, maka bisa menghidupi seorang warga Jakarta selama lebih dari 3 bulan.

Namun sayangnya iklan yang dimuat di salah satu surat kabar harian ternama di Indonesia tersebut dianggap bernada ancaman kepada jurnalis dan masyarakat. Sontak, asosiasi profesi Jurnalis dan asosiasi profesi pengacara banyak yang mengecam penayangan iklan tersebut. Meskipun memang, ada juga media yang memberitakan bahwa pengacara dari Wiyang Lautner membantah telah menerbitkan iklan tersebut. Tapi ada 2 pertanyaan awal yang mengemuka dalam benak saya, pertama kenapa sebuah surat kabar harian ternama tersebut mau menayangkan iklan semacam itu, dan yang kedua adalah siapa yang melindungi warga masyarakat biasa jika ingin mengkritisi kejadian tersebut? Apalagi ditengah-tengah adanya Surat Edaran Ujaran Kebencian yang memang membuat masyarakat khawatir dan takut untuk menyampaikan kebebasan berpendapat.

Tapi barangkali dari kejadian iklan tersebut, kita juga bisa menyimpulkan bahwa memang duit tidak akan selalu bisa membeli segalanya, termasuk diantaranya kepintaran dan kecerdasan. Buktinya itu pengacara tidak paham dengan adanya Undang-Undang Pers. Kalau paham, mungkin para pengacara tersebut tidak akan memuat iklan yang sangat berpotensi melanggar Undang-Undang Pers bukan? Hal inilah yang membuat saya sebagai sesama pemilik Lamborghini (walaupun beda skala, saya skala miniatur mainan) kecewa.

Advertisements

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s