BlogCast Episode 1: Ini Ibu Budi

 

Baru-baru ini seorang yang penting dalam hidup banyak orang, setidaknya di angkatan saya dan kemungkinan beberapa dekade sebelum dan sesudah saya telah dipanggil Yang Maha Kuasa. Orang ini sangat penting, tapi mungkin jarang, atau hampir tidak ada yang tahu atau ngeh namanya. Beliau adalah: Siti Rahmani Rauf, banyak kita tidak tahu tapi membaca karyanya. Beliau adalah pengarang buku pelajaran Bahasa Indonesia yang banyak mengantarkan anak-anak Indonesia beberapa dekade untuk bisa membaca.

Ini Budi.

Ini Ibu Budi.

Wati kakak Budi.

Iwan adik Budi.

Semua – dalam hal ini murid-murid di angkatan yang dimaksud, dan mulai saat ini bila saya bilang semua artinya adalah ini – kita hapal tokoh-tokoh yang sebenarnya fiktif ini – atau jangan-jangan tidak fiktif, saya mulai ragu. Memang buku yang ditulis beliau adalah buku pelajaran membaca, tapi tokoh-tokoh dalam semua cerita pengantar seolah hidup dalam semua murid saat itu.

Entah dari mana sang Ibu mendapatkan nama ini, apa harus cari wangsit dulu, atau asal comot nama tetangga, yang jelas Budi, Wati dan Iwan adalah salah satu trio kakak beradik paling terkenal saat itu.

Entah ini sesuatu yang harus saya banggakan atau tidak. Suatu hari di komplek saya tinggal, di saat liburan sekolah, anak-anak sebaya saya bikin sebuah acara cerdas cermat antar gang di komplek kami. Saat itu saya bukan anak paling tua di gerombolan kami bermain. Sudah aturan main, sampai hari ini mungkin, belum bisa menjadi pemimpin, tidak bisa ikutan jadi tim pembuat soal atau juri. Kalau nggak salah saya kelas 4 SD saat itu. Jadi pembuat soal, juri dan pembawa acara adalah anak-anak yang kelas 6 SD. Catatan, kami teman komplek, jadi nggak satu sekolah.

Lalu target peserta juga kelas 1 dan kelas 2 SD, mungkin karena anak-anak kelas 6 ini hanya mampu membuat soal untuk mereka. Jadi sisanya hanya jadi penonton dan ya bantu-bantu pendaftaran yang sebenarnya juga tidak terlalu penting karena memang kita sudah sama-sama tahu siapa saja kelas 1 dan kelas 2 SD di komplek kami saat itu.

Apa hubungannya dengan Ibu Siti Rahmani Rauf, Budi, Wati dan Iwan? Di sini yang paling mengejutkan. Terjadi bias antara tokoh fiktif dalam buku dengan realitas. Mungkin ini bisa dikategorikan reality show pertama di Indonesia dalam bentuk teks. Saat itu tiba waktunya pembawa acara membacakan soal Bahasa Indonesia.

“Regu A, Siapa adik Budi?”

“IWAN!” Sambar juru bicara, lantang, tanpa harus berdiskusi dengan pendamping kiri dan kanan.

“100 untuk Regu A!”

Penonton tepuk tangan.

Advertisements

Komentar, pertanyaan, sanggahan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s