DARI PADA SAYA BERBUAT HILAF!

TanpabatasVol2

“DARI PADA SAYA BERBUAT HILAF!”

Bagi teman-teman yang sering atau pernah naik bus kota di Jakarta, kalimat di atas tidaklah asing. Biasanya ada seorang yang mengaku – atau mungkin juga benar – baru keluar dari penjara (Lembaga Pemasyarakatan).

Orang ini kemudian mengaku bahwa dirinya mau bertobat dan minta dukungan moral para penumpang bus. Intinya dia butuh modal untuk memulai hidup dengan baik dan tidak terjerumus ke dalam dunia kriminal lagi. Dia menekankan, “DARI PADA SAYA BERBUAT HILAF!” Kalimat ini adalah #kode minta sumbangan.

Kita mungkin terlanjur berpandangan negatif terhadap orang-orang seperti ini. Memeras, menakut-nakuti, memberikan terror pada penumpang bus. Mungkin saja benar. Tapi selalu ada sisi lain dari sebuah cerita, siapa tahu memang orang ini mau bertobat, dan memang benar-benar butuh modal untuk memulai usaha.

Seniman pun mungkin seperti ini. Awalnya semua seniman idealis, tapi karena kebutuhan sehari-hari tidak tercukupi, ya akhirnya harus menyerah pada tuntutan industri.

Datang ya 26 April ke #TanpabatasVol2 di GBB Taman Ismail Marzuki. Tiket mulai saya pasarkan 17
Maret 2014. Jangan sampai saya anda temukan di episode-episode YKS tahun depan…. DARI PADA SAYA BERBUAT HILAF!

:))))))))

Advertisements

#TanpaBatasVol2: Komedian Menggugat … The Revolution Will Not Be Televised

Screen Shot 2014-02-04 at 4.18.28 PM

Tanpa Batas Volume 2 (#TanpabatasVol2) adalah tour ke-2 dari Sammy – @Notaslimboy, yang sekaligus lanjutan dari tour sebelumnya yang sudah digelar di 15 kota dengan tajuk Tanpa Batas.

Tour ke-2 ini akan melalui 10 kota yaitu: Palangkaraya (1-Feb), Banjarmasin (2-Feb), Jambi (8-Feb), Cikarang (15-Feb), Malang (22-Feb), Bengkulu (28-Feb), Bali (2-Mar), Garut (15-Mar), Kab. Bandung (22-Mar) dan ditutup di Jakarta (26-April), dengan bekerjasama dengan komunitas lokal – Standup Comedy Indonesia – di setiap kota sebagai event organizer. Untuk show terakhir di Jakarta, Sammy mengambil tempat di Graha Bakti Budaya (GBB) Taman Ismail Marzuki. Semangat kebersamaan untuk memajukan standup comedy membuat comic dan komunitas bahu membahu untuk menggelar event ini bisa terselenggaran di 10 kota.

Kenapa mengambil tajuk ‘Komedian Menggugat’? Ini semata mengembalikan kata ‘standup’ dalam ‘standup comedy’. Komedi memiliki tugas untuk menghibur, membuat orang tertawa. Komedian yang tidak lucu itu berdosa, lebih berdosa dari penyanyi yang sumbang. Namun selain lucu, Sammy percaya bahwa komedi adalah bagian kesenian, dan seni yang baik haruslah bersuara. Seni yang tidak bersuara hanya akan menjadi pajangan, hanya indah dilihat tapi tidak ada pesan yang disampaikan.

2014 adalah tahun politik, seniman komedi, menurut Sammy juga harus menyuarakan apa yang mereka percaya. Komedian Menggugat hadir untuk itu. Materinya akan sarat dengan kritik sosial, pengamatan terhadap kondisi politik Indonesia dan opini terhadap isu-isu terkini.

Apakah Sammy tidak takut dicap materinya terlalu berat, karena komedi kan seharusnya membikin tertawa dengan materi yang ringan? Sammy berkilah bahwa politik sebenarnya bukan hal yang berat. Undang-undang mengakui bahwa setiap Warga Negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas sudah memiliki hak politik untuk berpartisipasi dalam PEMILU. Artinya remaja 17 tahun harus mengerti siapa yang mereka pilih, harus mengerti politik. Menurut Sammy, ini bukan masalah memilih atau golput. Lebih baik golput dengan mengerti, dibanding memilih hanya ikut-ikutan. Pemilih ikut-ikutan ini yang sebenarnya adalah penyebab kenapa orang-orang yang tidak kompeten bisa mendapat kursi di negeri ini.

Sammy memang biasa kita saksikan di layar kaca di beberapa stasiun TV seperti: Metro TV, Kompas TV, Trans7 dan TVOne, namun tentu yang dia akan sajikan akan sangat berbeda saat live nanti. Dunia hiburan TV sekarang cenderung menyajikan yang itu-itu saja. Patern hampir semua stasiun TV dalam mencari rating hampir sama. Sebut saja Dahysat, Inbox, Pesbuker, YKS, dll, patern-nya hampir sama. Apakah salah? Tidak ada salah-benar dalam dunia seni dan hiburan. Tapi apakah semua pemirsa seperti itu seleranya? Tentu ada orang-orang yang mulai jenuh dengan hal yang itu-itu saja. Harus ada revolusi dalam dunia hiburan. Dan mengutip Gil Scott Heron, musisi dan juga aktivis  kulit hitam di AS, “The revolution will not be televised, the revolution will be live”

Banyak hal lain yang dibahas Sammy dalam tour standup comedy-nya kali ini. Untuk lebih jelasnya, tentu anda harus menyaksikannya sendiri. Anda harus menyaksikan bagaimana seorang komedian menggugat!

 

Petunjuk Quiz #Memorabilia

Dear teman-teman,

Saya dapat Sony XPeria Z nih dari client. Saya sebelumnya pakai Samsung Galaxy SIII. Gak mulus-mulus amat, tapi masih berfungsi dengan baik. Saya mau kasih untuk salah satu kalian yang beruntung. Quiz-nya kita kasih nama #memorabilia, karena walau ini barang seken, tapi ada kenangannya *ngeles*. Harga barunya masih di 6.5 jt lho *ngiler*.

Tapi bantu saya dulu dong, dan sebelumnya terima kasih untuk semua yang berpartisipasi dalam quiz ini, walau nanti yang menang hanya satu orang.

Syarat:

1. Punya twitter dan follow @notaslimboy

2. Bantu promo event #PPStandup2 di twitter: Standup Comedy Show sosial politik tgl 18 Mei 2013 jam 19.00 WIB di Soehanna Hall, Energy Building, SCBD, Jakarta. Harta Tiket 100rb dan tiket bisa dibeli di @TiketStandup atau @ragil (0896 3682 6323) @harvens (0856 8532 503). Sertakan juga poster di bawah ini dalam twit.

Provocative edit

KALIMATNYA BEBAS, tapi ide kreatif akan jadi satu faktor penilaian. Bebas untuk menambahkan gambar atau ide kreatif kamu yang lain. Hestek #PPStandup2 dan harus ada informasi: tanggal pelaksanaan, tempat, harga tiket dan kontak pembelian tiket dan twitpic poster juga harus ada. Tidak mungkin satu twit tentunya, silakan dibuat jadi 2 atau 3 twit. Jangan lupa hesteknya #PPStandup2

3. Twit yang kamu buat di langkah 2, kamu favoritin deh, untuk memudahkan saya dan tim menilainya. Tidak perlu mention saya, saya akan cek di favorit kamu setelah email di langkah 4 saya terima.

4. Kirim email ke sam[dot]d[dot]putra[at]gmail[dot]com

– Subject : #memorabilia

– Isi:

a. Akun twitter: @akun_twitter_kamu

b. Jawaban pertanyaan:

– Indonesia menurut kamu dalam 1 kalimat (maksimal 7 kata). Contoh: “Negara kaya yang miskin karena korupsi.” Jawaban poin ini harap ditwit juga dengan hestek #PPStandup2 dan #Memorabilia jadi akan seperti ini:

Indonesia menurut saya: “Negara kaya yang miskin karena korupsi.” #PPStandup2 #memorabilia

Lalu favoritin twit ini, supaya saya dan tim mudah untuk menilainya. Jadi tidak perlu mention saya, saya akan cek di favorit kamu setelah email diterima.

(Ingat ditwit dan diemail)

– Coba ubek-ubek blog saya, ada banyak cerpen di situ. Apa judul cerpen yang mengisahkan seorang pria yang diteror sejak lama oleh seseorang. Akhirnya dia tahu di kemudian hari bahwa orang itu ‘kemungkinan besar’ adalah istri yang dia baru saja nikahi.

(yang ini diemail saja)

—-

Oke segitu saja, ditunggu sampai jam 21.00 malam ini (14 Mei 2013). Dan pemenang akan diumumkan paling lambat 15 Mei 2013 pukul 09.00. Dan nanti keputusan saya dan tim tidak bisa diganggu gugat, tapi yakin saja itu yang terbaik untuk kita semua, hehehe.

Hadiah akan dikirim ke alamat pemenang selama masih dalam wilayah NKRI 🙂

Selamat mencoba, dan terima kasih sebelumnya.

Regards,

Sammy @notaslimboy

#StudyTour: Setelah Kemal Palevi dan Imot, Sekarang Giliran Irawan Raharja

StudyTourPagi itu, 12 Januari 2013, sekitar pukul 11, saya, Ence Bagus (@encebagus), Adjis (@adjisdoaibu) dan Awwe (@awwe_) janjian di Indomaret dekat rumah saya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur. Kami bersama hendak pergi ke Kampus Unida untuk mengikuti #StudyTour. Hmm … paragraf ini terasa seperti gaya mengarang anak SD, yang menjadi standar tugas pertama guru bahasa Indonesia habis libur panjang nggak sih? Dasar guru pemalas, habis kasih tugas seperti ini, biasanya langsung balik lagi ke ruang guru untuk ngobrol dengan guru yang lain. Hahaha.

Kembali ke laptop.

#StudyTour ini bukan seperti yang ada dalam benak kalian semua. Ini adalah sebuah pertunjukan stand-up comedy yang digelar oleh salah satu comic asal Bogor, Irawan Raharja (@irawanraharja). Kenal nggak sama dia? Jangan kecil hati kalau kalian nggak kenal, memang dia belum terkenal kok. Jangan-jangan kalian juga nggak kenal lagi sama saya? Terus kok bisa baca blog ini?

Ya sudah kita fokus lagi.

Irawan Raharja adalah comic jebolan kompetisi stand-up comedy  Indonesia Kompas TV season 2 (SUCI 2). Agak cepat memang dia tereliminasi dalam kompetisi itu *puk-puk*. Tapi ternyata seperti kata Om Mario, “Orang super selalu bisa bangkit dari kegagalan. Salam super!” Irawan Raharja membuktikannya hari itu dengan menggelar mini-shownya yang bertajuk “#StudyTour: Belajar Bercanda”.

Saya tiba-tiba tersadar, bahwa dari semua finalis SUCI 2, baru Kemal Palevi (@kemalpalevi), Imot (@oomimot) dan terakhir Irawan Raharja yang menggelar tour/special/mini-show mereka sendiri. Ini bukan masalah cepat-cepatan memang, tapi setidaknya saya kagum dengan langkah mereka bertiga. Terutama Irawan yang saya kenal cukup lama – nggak lama-lama amat sih, biar kelihatan dramatis aja – lalu habis tersisih dari SUCI 2 saya tidak dengar kabarnya. Tiba-tiba saya lihat di timeline dia mau buat mini-show, sebuah kabar gembira yang membuat hari saya begitu cerah ceria – sorry agak lebay.

Ternyata memang, ini bukan sekadar adu cepat. Hari itu Irawan tampil total, menunjukkan semua talentanya. Bukan hanya standup, Irawan juga tampil menghibur dengan hip-hop. Membuka dengan sebuah lagu sambutan freestyle rap (sorry kalau istilahnya salah), dan usai tampil sekitar 45 menit dia menutupnya dengan sebuah penampilan rap lagu ciptaannya sendiri.

Materi stand-up comedy Irawan sendiri berkelas. Mulai dari yang ringan sampai hal-hal yang sebenarnya penonton – yang jumlahnya sekitar 90 orang siang itu – mungkin belum alami, yaitu soal hubungan suami-istri. Irawan mampu “brought the audiences to his level”. Dia mampu membuat penonton mengerti apa yang sedang dia ceritakan, walaupun saya yakin penonton hari itu kebanyakan mahasiswa yang belum berkeluarga.

Irawan terlihat sekali mengerti teknik stand-up comedy, memulai dari materi yang sangat personal, meraih simpati penonton dengan menjelek-jelekkan dirinya sendiri.

“Kalian kenal saya, nggak?”

Penonton hening, sebagian bilang tidak. Tapi penonton malah jadi tertawa.

“Ini show, bayar 20 ribu, tapi dapat buku dan CD yang kalau dijual di toko buku harganya 30 ribu. Jadi penampilan saya hari ini minus 10 ribu.”

Pecah! Setelah bit itu, Irawan mendapatkan simpati penonton dan nampak dia semakin pecaya diri dengan materi-materi yang lebih ‘berat’. Semua dikeluarkan malam itu, act-out, rule of three, call-back, semua ada. Catatan saya untuk teknik call-back, saya perhatikan banyak sekali comic yang memaksakan untuk memakai teknik ini supaya terlihat keren. Saya melihat Irawan sedikit terjebak di sini, sehingga sedikit terlihat ‘maksa’ memang ketika dia memakai teknik ini. Maksanya gimana? Jangan saya ceritakan, nanti jadi spoiler. Siapa tahu #StudyTour mau jalan ke kota-kota lain. Amin (mendadak religius). Catatan soal call-back ini bukan saya tujukan pada Irawan saja, tapi pada kebanyakan comic, termasuk saya.

Saya suka semua jenis kesenian. Makanya hari itu saya terhibur sekali oleh Irawan yang menunjukkan dirinya seorang seniman multi-talenta. Menjadi lucu bagi seorang comic adalah sebuah kewajiban, tidak boleh tidak, dosa kalau nggak lucu. Tapi memberikan sajian yang lain dari sisi materi dan kemasan itu adalah sebuah nilai lebih.

Dua MC hari itu juga heboh dan bikin ngakak.  @Ridwanremin dan @cahyadikit sudah seperti MC profesional saja. Begitu seharusnya MC dalam sebuah acara stand-up comedy. Dia tidak “steal the show”  karena memang show ini milik Irawan, he is the boss. Tapi kedua MC tetap bisa menghidupkan suasana saat jeda antar performer, tanpa mencuri spotlight dari Irawan. Bravo untuk kedua MC kita hari itu. Apalagi show dilakukan siang hari, jam 14.30 sampai jam 16.30, ini jamnya tidur siang, tapi suasana sama sekali tidak bikin ngantuk.

Penampil lain, catatan saya secara global, cukup baik. Namun saya melihat mereka sedikit-banyak terpengaruh comic-comic yang sekarang sedang naik daun. Mudah-mudahan itu hanya pengamatan saya, karena saya baru menyaksikan mereka satu kali tampil. Ada juga comic yang  coba memainkan karakter tertentu. Memainkan karakter tertentu dalam penampilan stand-up comedy itu sedikit beresiko, karena kalau itu dibuat-buat, -imo- comic malah justru bisa terjebak dalam karakter yang sebenarnya bukan dirinya. Sah-sah saja untuk dilakukan, dengan resiko yang saya sebut tadi. Aktor dan comic asal Amerika Will Ferrel melakukan hal ini. Saya tidak berani melakukan hal ini, karena saya memang tidak punya skill ini.

Selamat untuk semua yang terlibat dalam #StudyTour: Irawan, semua opener, MC dan panitia dari @Standup_unida dan @StandupIndo_BGR. Saya yakin ini sebuah hasil kerja tim yang solid. Bentuk special/mini-show seperti ini yang terus menjaga lokomotif stand-up comedy terus berjalan di Indonesia. Sorry kalau lebay.

Tulisan ini pasti mengandung unsur subyektif, apalagi saya juga seorang comic yang juga masih aktif berkarya dalam dunia ini. Tapi saya rasa pengamatan saya terhadap #StudyTour bisa diterima sebagai pengamatan penonton biasa. Sangat tidak sempurna kalau tulisan ini dianggap sebagai kritik, karena referensinya juga sangat terbatas. Tapi saya percaya karya dan kritik adalah sesuatu yang harus terus bersanding bila sebuah kesenian ingin bertahan lama.

Viva la komtung!

Sammy @notaslimboy, peserta #StudyTour yang baru sempat nulis laporan.

Buku: Penggalan Kisah Negeriku

Saya menemukan Indonesia pada apatisme terhadap ketidakadilan. Bukan
karena aktif mendukung, melainkan karena tidak mampu melawan—kecuali
dengan menjadi diri sendiri. Atau pada cinta kita terhadap kehebohan
yang instan dan cepat padam. Namun, menikmati cerita adalah hal yang
pribadi. Karena itu, bebaskanlah persepsi Anda. Baca berbagai
penggalan cerita dalam kumpulan ini. Dan temukan sendiri kesimpulan
Anda.

–Isman H. Suryaman, penulis humor

Buku Kumpulan cerpen ini semacam ruangan bergaya dekor “eclectic”
Semua genre di padu padankan tanpa kecanggungan. Sangat mudah di
nikmati tanpa harus terlarut dalam stereotype tertentu.
Semakin dalam, semakin kita mengenali kepribadian Dan pemikiran sang
penulis. Keluar Dari mainstream Dan sangat mandiri.
Seperti mosaik. Setiap kisah membingkai satu sisi pemahaman penulis
terhadap kisah-kisah yang berkelumit di negeri ini. Kadang ironi,
kadang komedi.
Bacaan ringan yang berbobot. Salut!

–Mella, penyuka musik cadas pemerhati sosial dan penikmat seni,
Melbourne, Australia

Peluncuran Buku “Penggalan Kisah Negeriku”

Hallo semua.

Akhirnya terlaksana juga hasrat saya untuk dapat meluncurkan buku. Buku ini berupa kumpulan cerpen, dengan judul: “Penggalan Kisah Negeriku”. Buku ini sudah mulai dipasarkan secara online dengan harga Rp. 40.000,-

Kata seorang teman, buku perdana saya bagai mosaik yang memadu-padankan cerita dari berbagai genre dengan berani dan mencoba memberi suatu pandangan baru dari berbagai masalah dengan mengemasnya dalam bentuk fiksi.

Peluncuran buku dilaksanakan,
Tempat: Mezzaluna Cafe, Kemang Raya No. 118, Jaksel. Lt. 3. Website: http://www.mezzalunadining.com/

Waktu: Sabtu, 29 Januari 2011, 18-21 WIB
Acara: Monolog Komedi, Music Performance, Book Signing

Disediakan makan malam (buffet).

Cara mendapatkan undangan, sederhana, beli saja bukunya. 50 pemesan pertama yang melakukan konfirmasi otomatis berhak datang, menikmati acara dan makan malam dalam acara peluncuran buku ini.

Untuk yang hanya berminat membeli bukunya, pemesanan bisa dilakukan dengan cara yang sama, namun pengiriman baru akan dilakukan setelah tanggal 23 Januari 2011. Ongkos kirim ditambahkan sebesar Rp 10.000,- dari harga buku (Total Rp 50.000,-)

Berikut langkah-langkahnya:

1. Mentransfer dana sebesar Rp 40.000,- ke Rek. BCA: 0751381211 a/n Sam Darma Putra Ginting

2. Konfirmasi melalui email ke sam(dot)d(dot)putra(at)gmail(dot)com, dengan subyek: UNDANGAN PELUNCURAN untuk yang konfirm akan datang, atau BELI BUKU untuk yang hanya ingin beli bukunya saja. Sertakan informasi:

– Bila menggunakan mobile banking atau Internet banking, tempel/paste pesan transfer anda. Sertakan nama yang ingin dicetak pada undangan.

– Bila menggunakan ATM, lakukan transfer degan jumlah yang unik. Misalnya: 40.956,- , lalu kirim melalui email jumlah unik tersebut. Sertakan nama yang ingin dicetak pada undangan.

– Bila menggunakan ATM Non Tunai atau transfer dan setoran tunai, masukkan dalam kolom berita “BUKU PKN + Nama Pembeli”. Kirim konfirmasi pada email, sertakan nama yang ingin dicetak pada undangan.

– Untuk yang hanya ingin pesan bukunya saja, tanpa menghadiri acara peluncuran. Sertakan alamat lengkap disertai nama penerima, dan kode pos

3. Admin akan mengecek pembayaran sudah diterima atau belum. Bila sudah, maka akan dikirim undangan dalam bentuk email.

4. Cetak undangan ini, sebagai undangan yang sah untuk menghadiri acara peluncuran buku. Buku bisa diambil di acara peluncurannya nanti.

Ditunggu pesanan teman-teman sekalian.

Undangan terbatas.

Regards,
Sam