G30S (dengan atau tanpa PKI) atau Gestok?

Tidak ada pendapat yang 100 persen benar, tapi juga tidak ada yang 100 persen salah. Tapi kalau kita menutup mata pada Genosida 1965, apakah mungkin permasalahan bangsa yang lain kita selesaikan?

Untuk para korban dan pelaku atau yang dituduh pelaku Genosida 1965

Advertisements

Chart Untuk Musisi Indie Sepuluh – #CUMILUH 003

Pilih jagoan elo untuk menentukan posisi chart berikutya

 

Syarat Menjadi Mantu Presiden

Selamat kepada Presiden Joko Widodo yang telah menikahkan putera sulungnya Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda. Semoga Pak Presiden lekas diberi cucu, jadi kalo negara lagi ruwet, Pak Presiden bisa gojeg bareng cucu tercinta, biar ceria lagi. Buat Mas Gibran dan Mbak Selvi, semoga selalu ada kedamaian di keluarga kecil kalian. Buat cewek-cewek yang pengen jadi mantu Presiden, tenang masih ada Kaesang yang bisa kalian deketin. Bwehehehe.

Kaesang kabarnya masih single, kamu bisa meraih cita-citamu sebagai Mantu Presiden kalau punya syarat di bawah ini :

1.  Cantik
2.  Sederhana
3.  Sayang Orang Tua
4.  Sayang Keluarga
5.  Pandai bergaul, tak mudah digauli
6.  Jujur
7.  Murah senyum
8.  Gak posesif
9.  Easy Going
10. Nyambung diajak ngobrol
11. Pintar
12. Cerdas
13. Jago Masak
14. Sopan
15. Santun
16. Gak Baper
17. Gak marah kalau gak pasang avatar berdua
18. Gak suka ngetwit jorok
19. Gak suka bonceng tiga
20. Siap menjadi mualaf (jika non muslim)

“Gue masuk semua kriteria kecuali nomer 16, tuh kan gue langsung sedih”
– Sri, 19thn, Tak ingin disuckiti –

Manusia Indonesia

Jika anda pernah membaca 12 karakter orang Indonesia yang diterbitkan oleh Mochtar Lubis tahun 1978 atau 1979 oleh Mochtar Lubis, bisa jadi anda akan geleng-geleng kepala. Kalau anda termasuk orang yang tidak bisa menerima kritik, besar kemungkinan anda akan marah dengan 12 karakter tersebut. Bukan apa-apa, orang Indonesia –oleh Mochtar Lubis- dianggap munafik, tidak mau bertanggung jawab, berjiwa feodal, percaya takhayul, memiliki watak yang lemah, pemboros, tidak suka bekerja keras, cemburu dan dengki, dan berbagai sifat lainnya.

Sepintas mungkin karakter-karakter yang sudah disematkan oleh Mochtar Lubis kepada saya dan juga anda, masih bisa anda temui dalam berbagai orang, baik itu orang yang ada di dalam rumah anda, di dalam kantor tempat anda bekerja, atau juga bahkan pada orang-orang yang sering kita lihat berseliweran wajahnya di televisi atau bermunculan namanya di media massa. Baik itu pejabat, politisi, artis dan selebriti, ataupun juga para koruptor dan penjahat.

Namun juga ketika kita melihat sejumlah orang-orang di dunia nyata, para tukang sapu di jalanan yang tetap menyapu meskipun sempat terlambat di bayar gajinya, para pemain sepakbola yang tetap berlatih di klubnya kendati belum ada kejelasan mengenai bagaimana sepakbola Indonesia di masa-masa mendatang, mungkin anda ingin protes kepada Mochtar Lubis. Saya yakin anda pasti pernah mengenal atau sekurang-kurangnya bertemu atau melihat orang-orang yang saya maksud. Orang-orang yang sudah bekerja keras banting tulang sedemikian rupa, namun tetap tidak pernah beranjak dari tabel statistik jumlah orang dibawah garis kemiskinan. Omong-omong, garis kemiskinan itu seperti apa ya wujudnya?

Jika Mochtar Lubis bilang bahwa orang kita adalah orang yang berwatak lemah, rasa-rasanya saya malah menyebut orang Indonesia adalah orang yang mandiri, sekurang-kurangnya dari Pemerintah Indonesia. Bukan berarti peran Pemerintah Indonesia tidak ada. Sebaliknya peran Pemerintah sangatlah jelas dan terlihat nyata dalam menaikkan harga BBM, tarif dasar listrik, LPG, dan lain sebagainya. Saya sempat menepok jidat ketika membaca ada sebuah tulisan yang menyatakan bahwa kenaikan harga BBM adalah untuk membuat rakyat Indonesia menjadi mandiri, karena sudah lama terlena oleh subsidi dari Pemerintah. Lebih absurd lagi orang yang menulis tulisan itu kemudian mengibaratkannya dengan berkebun?

Bukankah peran Pemerintah Indonesia adalah untuk mensejahterakan rakyat Indonesia?

Rakyat Indonesia adalah rakyat yang mandiri, rakyat yang tangguh, yang akan tetap melanjutkan hidupnya meskipun semua harga-harga akan terus naik. Bukan apa-apa, mau demonstrasi jungkir balik sembari salto kemudian koprol, suara rakyat tidak akan pernah terdengar. Suara rakyat bukanlah suara tuhan. Ketika kebanyakan dari mereka yang mengatur hajat hidup rakyat sudah tidak menuhankan Tuhan, tetapi lebih menuhankan kepada materi, jabatan, kekuasaan, dan bagaimana caranya agar periode berikut tetap dapat menjabat lagi.

Jadi, seperti apa manusia Indonesia anda?

Chart Untuk Musisi Indie Sepuluh #CUMILUH – 1st Week of June 2015

Vote band/solo/duo favorit kamu.

Ini akan menentukan posisi di minggu depan.

Silakan dipilih video favorit kamu. Jangan sampai favorite kamu terdepak dari chart CUMI LUH.

Peluang Bisnis di Tengah Twitwar

Selamat menikmati tulisan dari salah satu kontributor saya dengan akun twitter @nuelandreas. Artikel yang ringan tentang twitwar. Nanti saya tutup dengan sebuah quote di akhir artikel.

Contributor: Nuel Andreas

Twitwar adalah akronim dari Twitter War yang merujuk kepada sebuah pertunjukan adu argumen di sebuah mikroblog bernama twitter.Topik di dalam twitwar bebas, biasanya mengambil isu yang sedang panas seperti KPK vs POLRI, kisruh PSSI, atau KPK vs POLRI vs PSSI. Pelaku twitwar juga tidak sembarangan, rata-rata yang melakukan twitwar adalah akun twitter yang memiliki follower ribuan, ini yang membuat twitwar menarik dan menjadikannya pusat perhatian tersendiri di dunia maya.

Biasanya kita melihat seorang selebtwit menjadi buzzer, ngetwit berbayar untuk memperkenalkan sebuah produk. Sekarang coba bayangkan kalo 2 akun sekaligus dengan follower ratusan ribu yang sedang menjadi pusat perhatian mengiklankan sebuah produk dengan cara yang natural. Iya harus dengan cara yang natural walaupun twitwar sendiri bisa direkayasa. Saya coba untuk memberi contoh twitwar tentang Nassar yang dituding penyuka sesama jenis di sini

A : Heran sama Indonesia, masalah gay masih aja diribetin
B : Ya jelas lah, ini kan masalah moral !
A : Eh tau apa lo tentang moral, temen2 gue banyak yang gay tapi baik
B : Heh! Ga usah sok lo! gue kuliah sampe S2, waktu SMA juga les di primagama, ya jelas tau moral lah!
A : Iya gue tau primagama emang bagus tapi kan moral tergantung pergaulan lo!
B : Gay itu cuma bawa pengaruh buruk di masyarakat ! laki2 kok pake alis sinchan
A : Hidup itu yang penting lo lakuin hal baik, mslh orientasi seks gak usah lo urusin
B : Ah lo gak ngerti poin gue, minum aqua dulu lo biar bisa mikir!! Gue cuma risih ngeliat laki2 tapi lemah.
A : Eh nyet, lo sering kan liat gay badannya keker. Adu panco juga lo kalah.
B : Lah, badan gue juga keker, tiap hari gue ke gold gym. Adu panco mah brani gue. mau lo?!
A : Sorry, gue gak suka main otot, mending main halma di sevel sambil makan big bite.
B : Yaudahlah terserah lo! yang jelas gue gak suka ada gay di dunia.
A : Oke. Semua org punya pendapat, asal jangan saling usik aja.

Ya, begitulah twitwar sederhana berbayar yang mungkin dapat dicoba untuk menghasilkan beberapa rupiah dengan cara yang baru. Semoga tulisan ini dapat mencerahkan teman-teman yang berkecimpung di dunia maya.

Salam hangat terdahsyat untuk anjing saya di rumah.

“Habis minum domestos nomos yang lavender kok badan jadi seger ya”
Ratih, 27thn, Buzzer

Golden rule dalam twitwar: “Person you have to avoid in a twitwar: someone who type faster than you.”

Twitwar tips of the century: “If you cannot beat someone in a twitwar, than attack his grammar.”

– Notaslimboy, pengamat twitwar kawakan.

Kejutan-Kejutan Hary Tanoe

Gaung copras-capres yang melelahkan dan sedikit memuakkan itu memang sudah berakhir lebih dari setahun yang lalu jika dihitung dari masa sebelum kampanye. Salah satu indikator berakhirnya masa itu adalah pelantikan pasangan Jokowi-JK Oktober silam. Walaupun memang sampai detik ini masih banyak para barisan sakit hati yang lantang berteriak (di media sosial) dengan jargon andalan, “coba Prabowo yang kepilih”, “tuh liat presiden pilihan lo”.

Dengan dilantiknya pasangan Jokowi-JK tersebut, mereka yang berstatus sebagai mantan calon, mantan bakal calon presiden maupun yang kepedean memproklamirkan dirinya sebagai calon presiden (baca: Farhat Abbas) melakukan gerakan balik kanan kembali ke pos-pos terdahulu. Prabowo tetap menjadi Prabowo mantan suami Titiek Soeharto, Rhoma Irama tetap menjadi satria bergitar yang berkelana mencari Ani dan Aburizal Bakrie dengan koleksi teddy bear dan………….lumpur pastinya.

Yang berubah mungkin Farhat Abbas. Pengacara nyentrik yang kerap menggunakan dengkul ketimbang otak untuk berpikir itu meng-upgrade status juru bicaranya menjadi teman seranjangnya, mendepak Nia Daniaty, yang sepertinya lebih bahagia setelah lepas dari Farhat. Juga ada Hary Tanoesoedibjo yang kini sedang asyik dengan taman bermain barunya yang ia beri nama Perindo.

Berbicara tentang Hary Tanoe (selanjutnya disebut HT), pengusaha yang satu ini kerap menghadirkan kejutan dalam setiap gerak-geriknya. Sebelum di Perindo, karir politiknya diawali dengan bergabung bersama partai pesakitan Golkar, yaitu NasDem. Karena (mungkin) di Nasdem ia tidak mendapat posisi yang diharapkan atau karena tak tahan dengan brewok Surya Paloh, secara mengejutkan HT pergi dari NasDem.

Lepas dari NasDem beserta brewok Surya Paloh, HT lagi-lagi membuat publik terkejut setelah merapat ke partai pesakitan Golkar lainnya, Hanura. Di Hanura, HT kembali menghadirkan kejutan-kejutan lain. Diantaranya saat ia berhasil meyakinkan Wiranto, ketua umum sekaligus pasangan capresnya untuk tampil dalam sinetron Tukang Bubur (yang tukang buburnya udah gak ada, yang episodenya panjang banget, yang gak ada yang tau kapan tamatnya) Naik Haji. Tak cukup sampai disitu, HT juga sukses meluluhkan hati Wiranto untuk turun ke jalan mendekati rakyat dengan menyamar menjadi…….tukang becak.

Lalu, melalui saluran televisi miliknya, ia sempat berkampanye dengan kedok kuis kebangsa[t]an. Ada satu kejadian menarik yang terjadi dalam salah satu episode kuis kebangsa[t]an tersebut. Peserta kuis yang berpartisipasi dengan cara menelpon itu dengan cerdas menjawab soal sebelum soalnya dibacakan. Sontak kejadian tersebut mendapat reaksi negatif dari publik. Namun jodoh dan takdir tetap ada di tangan Gusti Allah, segala cara yang dilakukan HT untuk mengambil suara rakyat dengan membentuk Wiranto menjadi sedemikian rupa, berkampanye sedemikian gila akhirnya berujung perpisahan, dengan satu kata terakhir dari Wiranto, ASEM!!.

Terakhir, kejutan HT terlihat dalam ajang Indonesian Movie Awards (IMA) 2015 yang dihelat senin (18/5) lalu. Nominasi untuk kategori soundtrack terfavorit yang sedianya berjumlah lima, mendadak menjadi enam, beberapa hari sebelum penyelenggaraan. Melengkapi kejutan, nominator tambahan tersebut akhirnya berhasil menggondol penghargaan soundtrack terfavorit berbekal lagu Indonesia Milik Kita Bersama, ciptaan Liliana Tanoesoedibjo.

Familiar dengan namanya.