Terhina !

Jika ada seseorang secara tiba-tiba mengatakan bahwa anda goblok dan tolol tidak ketulungan, apakah anda akan marah? Bisa jadi anda akan marah lalu kemudian menempeleng orang tersebut sebagai respon balasan atas hinaan yang ditujukan kepada anda. Bisa jadi anda cuma akan diam lalu menangis. Apapun yang anda lakukan, atau katakan sebagai balasan dari hinaan yang ditujukan kepada anda, adalah sebuah respon yang sepenuhnya menjadi hak anda. Namun kemudian ketika anda dikatakan tidak dewasa karena respon yang anda berikan, itu menjadi hak orang lain, bukan hak anda.

Atau jika anda mau sedikit lebay, barangkali anda bisa mengajukan perkara pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan kepada orang yang mengatakan bahwa anda adalah orang yang goblok dan ketololan anda sudah tidak bisa disembuhkan lagi. Atau jika anda mau bersikap bijak dan dewasa, anda mungkin bisa melakukan introspeksi diri dan mencerna makna dari hinaan orang. Apakah tersirat atau tersurat. Apakah ucapan itu sebagai sebuah sindiran, atau sebagai sebuah hinaan. Barangkali yang dimaksudkan anda adalah orang goblok adalah bahwa anda hanyalah tidak pintar. Tidak pintar sama goblok itu mau diartikan berbeda, ya terserah anda.

Kemudian, anda pun bisa menyelami diri anda, dan mempertanyakan kepada diri anda sendiri, apakah benar bahwa anda memang goblok dan tolol tidak ketulungan. Jika anda bebal, dan punya penyangkalan diri yang cukup kuat, anda mungkin akan mengatakan bahwa anda tidak goblok, meskipun dijejali data dan fakta yang menyimpulkan hal yang berbeda. Jika anda adalah orang yang minder, mungkin anda akan menyatakan bahwa anda adalah orang yang goblok meskipun titel akademis anda berjejer. Namun untuk itu pastikan dulu titel yang melekat pada nama anda adalah titel-titel yang umum seperti SE, SH, MM, MBA (Magister Business Adminstration, bukan Married By Accident) dan bukannya titel ALM.

Anda boleh marah, boleh merasa tersinggung jika dihina, namun tentu perlu ada perbedaan yang jelas antara menghina dengan mengkritik. Menghina lebih kepada unsur menyerang emosi, sedangkan mengkritik lebih memiliki tujuan yang membangun. Untuk diskusi, untuk saling melontarkan pendapat. Dalam prakteknya kadang menghina dan mengkritik beda-beda tipis. Contoh, label orang goblok memang sangat menyakitkan, namun jika anda punya perspektif yang positif, label orang goblok bisa menjadi sebuah kritik atas ketidakmampuan otak anda dalam menyerap, menganalisa, memaknai hal-hal yang biasanya lazim mampu dilakukan oleh orang lain. Label orang goblok sebagai kritik yang dapat mendorong anda untuk melakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan kemampuan anda.

Memang butuh kemampuan mental yang mumpuni untuk dapat membedakan hinaan dan kritik secara jelas dan tegas.

Advertisements

Pagi Tadi Kusapa Tuhan

Pagi tadi kusapa Tuhan

Bukan untuk meminta

Bukan untuk memohon

Bukan untuk memuja

Hanya sedikit kangen

Kangennya kok hanya sedikit?

Iya kalau terlalu kangen

Aku takut

Takut nanti aku lekas-lekas dipanggil

Aku belum siap

Maklum masih banyak dosa

Maklum jomblo

Masih sering ngocok sendiri

 

Selain kangen aku juga banyak pertanyaan

Banyak yang tidak penting

Tapi ada juga yang penting

Seperti kenapa aku masih jomblo

Itu penting sekali

Tapi kuurungkan untuk bertanya soal itu

Tuhan Maha Esa

Berarti Dia sendiri

Dia mungkin juga jomblo

Jomblo kan suka sensi

Tapi Tuhan maha tahu

Jangan-jangan dia sudah tahu

Dan keburu sensi

 

Pertanyaan pentingku buat Tuhan

Kenapa di negeriku ini banyak sekali korupsi

Aku jomblo jadi tambah susah bersaing

Uang aku tak punya

Pacarku direbut sama anak koruptor

Padahal dia belum sempat jadi pacarku

Pacarku yang lain direbut oleh koruptor (bukan anaknya)

Padahal padahal aku belum sempat kenalan

Ya, walau belum sempat kenalan, Tuhan maha tahu

Tuhan tahu keduanya pacarku

Tapi kenapa tidak Kau cegah?

Jangan sampai terjadi pada pacarku yang lain

Yang belum sempat aku cari

 

Bisakah Kau buat uang korupsi itu tidak laku?

Tidak bisa dipakai trakir

Tidak bisa dipakai bayar parkir

Tidak bisa dipakai beli mobil

Tidak bisa dipakai beli rumah, walau hanya nyicil

Jadi walau banyak uang mereka akan kesepian

Walau punya mobil mereka tidak bisa parkir

Pikir-pikir aku memang bikin bingung

Buat apa bayar parkir kalau tidak bisa beli mobil

Ya, pokoknya begitu

Tuhan maha tahu

Lalu kenapa aku harus minta kalau memang maha tahu

Aku memang sering bingung sendiri

 

Aku hanya ingin kangen-kangenan

Jadinya malah banyak minta

Maaf Tuhan

Tuhan………..

 

Tiba-tiba ada suara

“Apa itu uang? Aku tidak pernah menciptakan uang!”