DARI PADA SAYA BERBUAT HILAF!

TanpabatasVol2

“DARI PADA SAYA BERBUAT HILAF!”

Bagi teman-teman yang sering atau pernah naik bus kota di Jakarta, kalimat di atas tidaklah asing. Biasanya ada seorang yang mengaku – atau mungkin juga benar – baru keluar dari penjara (Lembaga Pemasyarakatan).

Orang ini kemudian mengaku bahwa dirinya mau bertobat dan minta dukungan moral para penumpang bus. Intinya dia butuh modal untuk memulai hidup dengan baik dan tidak terjerumus ke dalam dunia kriminal lagi. Dia menekankan, “DARI PADA SAYA BERBUAT HILAF!” Kalimat ini adalah #kode minta sumbangan.

Kita mungkin terlanjur berpandangan negatif terhadap orang-orang seperti ini. Memeras, menakut-nakuti, memberikan terror pada penumpang bus. Mungkin saja benar. Tapi selalu ada sisi lain dari sebuah cerita, siapa tahu memang orang ini mau bertobat, dan memang benar-benar butuh modal untuk memulai usaha.

Seniman pun mungkin seperti ini. Awalnya semua seniman idealis, tapi karena kebutuhan sehari-hari tidak tercukupi, ya akhirnya harus menyerah pada tuntutan industri.

Datang ya 26 April ke #TanpabatasVol2 di GBB Taman Ismail Marzuki. Tiket mulai saya pasarkan 17
Maret 2014. Jangan sampai saya anda temukan di episode-episode YKS tahun depan…. DARI PADA SAYA BERBUAT HILAF!

:))))))))

Advertisements

#TanpaBatasVol2: Komedian Menggugat … The Revolution Will Not Be Televised

Screen Shot 2014-02-04 at 4.18.28 PM

Tanpa Batas Volume 2 (#TanpabatasVol2) adalah tour ke-2 dari Sammy – @Notaslimboy, yang sekaligus lanjutan dari tour sebelumnya yang sudah digelar di 15 kota dengan tajuk Tanpa Batas.

Tour ke-2 ini akan melalui 10 kota yaitu: Palangkaraya (1-Feb), Banjarmasin (2-Feb), Jambi (8-Feb), Cikarang (15-Feb), Malang (22-Feb), Bengkulu (28-Feb), Bali (2-Mar), Garut (15-Mar), Kab. Bandung (22-Mar) dan ditutup di Jakarta (26-April), dengan bekerjasama dengan komunitas lokal – Standup Comedy Indonesia – di setiap kota sebagai event organizer. Untuk show terakhir di Jakarta, Sammy mengambil tempat di Graha Bakti Budaya (GBB) Taman Ismail Marzuki. Semangat kebersamaan untuk memajukan standup comedy membuat comic dan komunitas bahu membahu untuk menggelar event ini bisa terselenggaran di 10 kota.

Kenapa mengambil tajuk ‘Komedian Menggugat’? Ini semata mengembalikan kata ‘standup’ dalam ‘standup comedy’. Komedi memiliki tugas untuk menghibur, membuat orang tertawa. Komedian yang tidak lucu itu berdosa, lebih berdosa dari penyanyi yang sumbang. Namun selain lucu, Sammy percaya bahwa komedi adalah bagian kesenian, dan seni yang baik haruslah bersuara. Seni yang tidak bersuara hanya akan menjadi pajangan, hanya indah dilihat tapi tidak ada pesan yang disampaikan.

2014 adalah tahun politik, seniman komedi, menurut Sammy juga harus menyuarakan apa yang mereka percaya. Komedian Menggugat hadir untuk itu. Materinya akan sarat dengan kritik sosial, pengamatan terhadap kondisi politik Indonesia dan opini terhadap isu-isu terkini.

Apakah Sammy tidak takut dicap materinya terlalu berat, karena komedi kan seharusnya membikin tertawa dengan materi yang ringan? Sammy berkilah bahwa politik sebenarnya bukan hal yang berat. Undang-undang mengakui bahwa setiap Warga Negara Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas sudah memiliki hak politik untuk berpartisipasi dalam PEMILU. Artinya remaja 17 tahun harus mengerti siapa yang mereka pilih, harus mengerti politik. Menurut Sammy, ini bukan masalah memilih atau golput. Lebih baik golput dengan mengerti, dibanding memilih hanya ikut-ikutan. Pemilih ikut-ikutan ini yang sebenarnya adalah penyebab kenapa orang-orang yang tidak kompeten bisa mendapat kursi di negeri ini.

Sammy memang biasa kita saksikan di layar kaca di beberapa stasiun TV seperti: Metro TV, Kompas TV, Trans7 dan TVOne, namun tentu yang dia akan sajikan akan sangat berbeda saat live nanti. Dunia hiburan TV sekarang cenderung menyajikan yang itu-itu saja. Patern hampir semua stasiun TV dalam mencari rating hampir sama. Sebut saja Dahysat, Inbox, Pesbuker, YKS, dll, patern-nya hampir sama. Apakah salah? Tidak ada salah-benar dalam dunia seni dan hiburan. Tapi apakah semua pemirsa seperti itu seleranya? Tentu ada orang-orang yang mulai jenuh dengan hal yang itu-itu saja. Harus ada revolusi dalam dunia hiburan. Dan mengutip Gil Scott Heron, musisi dan juga aktivis  kulit hitam di AS, “The revolution will not be televised, the revolution will be live”

Banyak hal lain yang dibahas Sammy dalam tour standup comedy-nya kali ini. Untuk lebih jelasnya, tentu anda harus menyaksikannya sendiri. Anda harus menyaksikan bagaimana seorang komedian menggugat!

 

Petunjuk Quiz #Memorabilia

Dear teman-teman,

Saya dapat Sony XPeria Z nih dari client. Saya sebelumnya pakai Samsung Galaxy SIII. Gak mulus-mulus amat, tapi masih berfungsi dengan baik. Saya mau kasih untuk salah satu kalian yang beruntung. Quiz-nya kita kasih nama #memorabilia, karena walau ini barang seken, tapi ada kenangannya *ngeles*. Harga barunya masih di 6.5 jt lho *ngiler*.

Tapi bantu saya dulu dong, dan sebelumnya terima kasih untuk semua yang berpartisipasi dalam quiz ini, walau nanti yang menang hanya satu orang.

Syarat:

1. Punya twitter dan follow @notaslimboy

2. Bantu promo event #PPStandup2 di twitter: Standup Comedy Show sosial politik tgl 18 Mei 2013 jam 19.00 WIB di Soehanna Hall, Energy Building, SCBD, Jakarta. Harta Tiket 100rb dan tiket bisa dibeli di @TiketStandup atau @ragil (0896 3682 6323) @harvens (0856 8532 503). Sertakan juga poster di bawah ini dalam twit.

Provocative edit

KALIMATNYA BEBAS, tapi ide kreatif akan jadi satu faktor penilaian. Bebas untuk menambahkan gambar atau ide kreatif kamu yang lain. Hestek #PPStandup2 dan harus ada informasi: tanggal pelaksanaan, tempat, harga tiket dan kontak pembelian tiket dan twitpic poster juga harus ada. Tidak mungkin satu twit tentunya, silakan dibuat jadi 2 atau 3 twit. Jangan lupa hesteknya #PPStandup2

3. Twit yang kamu buat di langkah 2, kamu favoritin deh, untuk memudahkan saya dan tim menilainya. Tidak perlu mention saya, saya akan cek di favorit kamu setelah email di langkah 4 saya terima.

4. Kirim email ke sam[dot]d[dot]putra[at]gmail[dot]com

– Subject : #memorabilia

– Isi:

a. Akun twitter: @akun_twitter_kamu

b. Jawaban pertanyaan:

– Indonesia menurut kamu dalam 1 kalimat (maksimal 7 kata). Contoh: “Negara kaya yang miskin karena korupsi.” Jawaban poin ini harap ditwit juga dengan hestek #PPStandup2 dan #Memorabilia jadi akan seperti ini:

Indonesia menurut saya: “Negara kaya yang miskin karena korupsi.” #PPStandup2 #memorabilia

Lalu favoritin twit ini, supaya saya dan tim mudah untuk menilainya. Jadi tidak perlu mention saya, saya akan cek di favorit kamu setelah email diterima.

(Ingat ditwit dan diemail)

– Coba ubek-ubek blog saya, ada banyak cerpen di situ. Apa judul cerpen yang mengisahkan seorang pria yang diteror sejak lama oleh seseorang. Akhirnya dia tahu di kemudian hari bahwa orang itu ‘kemungkinan besar’ adalah istri yang dia baru saja nikahi.

(yang ini diemail saja)

—-

Oke segitu saja, ditunggu sampai jam 21.00 malam ini (14 Mei 2013). Dan pemenang akan diumumkan paling lambat 15 Mei 2013 pukul 09.00. Dan nanti keputusan saya dan tim tidak bisa diganggu gugat, tapi yakin saja itu yang terbaik untuk kita semua, hehehe.

Hadiah akan dikirim ke alamat pemenang selama masih dalam wilayah NKRI 🙂

Selamat mencoba, dan terima kasih sebelumnya.

Regards,

Sammy @notaslimboy

#MarahTawa: Kemarahan Seorang Comic Petualang

MarahTawaBulan Januari 2013 ini adalah bulannya nonton stand-up comedy bagi saya. Dari mulai #DKJT di Jogja, #StudyTour di Bogor sampai yang terakhir 19 Januari 2013 giliran saya nonton #MarahTawa-nya Yogy (@setiawanyogy) di Karawang.

Apa ini sebuah bentuk support bagi comic-comic yang tampil? Boleh saja kalau mereka anggap itu sebagai sebuah bentuk dukungan, tapi saya nonton mereka bukan untuk – sekadar – mendukung. Saya menonton karena saya ingin menonton. Saya menonton karena saya ingin dihibur. Saya menonton sebagai penonton, bukan sebagai – kebetulan – ketua komunitas @StandupIndo yang lalu melakukan blusukan yang sedang tren belakangan ini.

Sebagai perbandingan, dulu saya sering sekali nonton ke cineplex. Sampai pada suatu hari dari sekian banyak film yang diputar, hampir semuanya sudah saya tonton. Jadi saya tonton saja film yang belum ditonton, belum tentu bagus, tapi ditonton dulu saja. Apa ini bentuk support? Saya hanya ingin dihibur waktu itu. Masalah kemudian setelah keluar gedung pertunjukan saya puas atau tidak, itu urusan nanti.

Bagaimana dengan #MarahTawa? Saya juga menonton dengan obyektif di atas.

Venue hari itu syahdu sekali. Telaga Resto, sebuah resto bernuansa alam yang terletak di dekat sebuah danau di Karawang International Industry City (KIIC). Sayang tempatnya hanya bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi dan aksesnya cukup jauh dari pusat kota Karawang. Tapi tempatnya keren banget, ruangan tempat berlangsungnya show juga unik, didindingnya terbuat dari kayu dilengkapi dengan AC, nyaman sekali.

Acara dimulai dengan doa untuk para korban banjir di Jakarta dan sekitarnya, termasuk juga Karawang yang terkena imbasnya. Sebagai catatan, banyak comic Karawang hari itu datang juga adalah korban banjir. Di awal acara ada persembahan musik akustik dari Ian (@ian_kanlah) sambil kotak sumbangan untuk korban banjir Karawang diedarkan.

Saya suka sekali suasana pertunjukan #MarahTawa semalam. Terasa seperti acara kumpul-kumpul keluarga, karena sedikit yang datang. Hahahaha. Eh, tapi jangan salah, walau mungkin hanya sekitar 40 orang saja yang datang, tapi memang suasananya tidak membosankan. Makanya jangan lewatkan lagi kalau ada mini-show atau tur yang datang ke kotamu. Walau comic-nya mungkin belum cukup terkenal, tapi materinya bisa saja lebih heboh dari comic ternama.

Comic pertama, Rizki (@rizki_aladha) pun tampil. Comic ini adalah comic Karawang kelahiran Indramayu. ‘Beruntung’ dia berasal dari Indramayu, daerah ini memang banyak bisa dieksplorasi untuk dijadikan materi stand-up comedy. Hanya mungkin karena sedikit gugup, karena ini penampilan pertama dia dalam sebuah show, ada beberapa punchline yang kurang terasa terdengar karena masalah intonasi.

Sandy (@_KataSandy_) comic kedua naik. Sekitar setahun yang lalu saya melihat openmic pertama dia di Cafe 212 Karawang, dan saya kaget sekali dengan perkembangan dia hari itu tampil sebagai opener #MarahTawa. Sudah jauh lebih santai, materinya ringan tapi unik.

“Lo tahu polisi tidur? Itu jangan-jangan dulu ada polisi yang tiduran di jalan, terus sengaja disemen dan diaspal..” Pecah.

Sandy ini comic yang tinggal di Cikampek dulunya, sekarang dia sudah kuliah di Jakarta. Sandy sengaja naik motor dari Cikampek ke Karawang untuk openmic, jaraknya lumayan jauh. Tapi sepertinya perjuangan dia tidak sia-sia.

Abi (@abdzr) adalah comic ketiga yang naik. Memperkenalkan dirinya sebagai ‘Herjunot Abi’ dan penonton langsung tertawa. Sayangnya Abi tampil sambil sesekali menyontek catatan materi. Tapi anehnya setiap dia melihat catatan, penonton justru tertawa. Ini agak untung-untungan sih, belum tentu kemudian hari akan berhasil. Tapi hari itu ya tetap, seperti kata Adriano Qalbi, “We have to respect a kill. A kill is a kill.”

Puncak acara pun tiba. Yogy naik ke atas panggung. Saya sudah merasakan aura dia sebagai bintang malam itu. Ini juga yang harusnya bisa jadi motivasi untuk comic lain menggelar sendiri shownya, karena bagaimanapun dalam show tunggal seperti inilah kita menguji seberapa besar peminat kita. Ajang lain seperti standup-nite tidak bisa terlalu menjadi patokan, karena masih ada headliner atau guest comic lain yang mungkin menjadi alasan orang untuk hadir.

Di antara comic-comic angkatannya, Yogy mirip dengan saya di angkatan saya. Saya sama seperti Yogy, cukup dikenal tapi tidak ‘terlalu’ laris – kalau dianggap ini jualan – dalam panggung-panggung stand-up comedy. Baru belakangan saya ‘agak’ dilirik. Tapi saya punya sebuah prinsip, saat tidak punya panggung dan ingin terus berkarya, kenapa tidak ciptakan panggung sendiri?

Emosi Yogy malam itu sampai ke penonton. Malam itu, itulah crowd dia. Mereka datang untuk menonton Yogy. Dan materi Yogy memang hanya ‘aman’ didengar oleh orang-orang yang datang mau menonton dia. Materi dia sangat offensive, tingkat offesive Yogy hanya bisa disaingi Rindra saat ini, dengan gaya yang lain tentunya. Namun lain dengan Rindra, Yogy punya ke-khas-an lain yaitu riffing. Tapi lain dengan Pandji atau Adjis Doaibu, Yogy lebih nyolot. Memang hanya cocok untuk orang-orang yang sengaja datang untuk menonton dia.

Sekitar 50 menit Yogy tampil, materinya beragam dari mulai soal agama sampai soal selangkangan. Kalau ingin tahu detilnya? Ya, tonton sendiri #MarahTawa kalau nanti Yogy datang ke kotamu. Intinya materinya Yogy masuk kategori: stand-up comedy garis keras.

Selamat untuk Yogy, semua opener dan komunitas @Standup_KRW yang sudah membuat acara ini bisa berlangsung. Saya merasakan sekali suasana persaudaraan kalian komunitas Karawang, sampai saya enggan berpisah dan masih ikut lesehan minum susu-jahe khas Karawang. Kalau dipikir-pikir, apa khasnya ya susu-jahe?

Materi Yogy malam itu tidak cocok utk di-upload ke youtube apalagi ditampilkan di TV. Makanya jangan lewatkan show-show seperti ini di kemudian hari.

“The revolution will be no re-run brothersthe revolution will be live” ~ Gil Scott Heron

Sammy @notaslimboy, penonton stand-up comedy garis keras.

Viva la komtung!

#DKJT: Persembahan Awal Tahun Para Sahabat Pencari Tawa

JogjakartaDKJT, 4 Januari 2013, ada sebuah mini-show stand-up comedy yang seolah memisahkan diri dari hiruk-pikuk kota Jakarta, berjudul “Dari Kenal Jadi Tawa” #DKJT. Sebuah mini-show yang sengaja digelar oleh tiga orang yang mengaku belum terkenal dan bukan berdomisili di Jogjakarta. Mereka sendiri yang mengaku belum terkenal, mereka adalah: Peppe (@peppeishaam), Reno (@renofinady) dan Gian (@gianluigich), mereka mengaku punya ikatan khusus dengan Jogja, maka mini-show ini digelar di situ. Padahal mungkin, hanya akal-akalan mereka, kalau shownya nanti sepi, ada alasan, “Kalau di Jakarta mungkin bisa ramai…” hahaha.

Ada satu comic Jogja, Abe (@Abraham_TS) yang membuka mini-show ini, ini juga mungkin karena mereka nggak enak, karena selidik punya selidik Peppe dan Gian menumpang di tempat Abe selama mereka di Jogja. Udah ditumpangin nggak bayar, ya kasih aja jadi opener. Hahaha.

Saya hadir di show itu, sebagai penonton, bukan penonton bayaran seperti di Dahsyat atau Inbox. Saya benar-benar membeli tiket mereka, dengan ikhlas. Rp 25.000,00 harga tiketnya, jauh lebih murah dari tiket pesawat pergi-pulang Jakarta-Jogja tentunya. Harga yang harus saya bayar untuk punya alasan ke luar kota pada istri saya. Mudah-mudahan dia nggak baca.

Hari sudah sore, hujan rintik masih turun di Jogjakarta – bahasa gua liris banget. Kebiasaan orang Indonesia, kalau hujan, males keluar rumah. Padahal jomblo, di kamar juga sendirian, masih saja malas keluar lantaran hujan. Saya yang cukup jarang berdoa, sampai berdoa, supaya hujan berhenti, supaya itu bukan halangan untuk penikmat stand-up comedy datang ke #DKJT. Tapi walau hujan ternyata cukup ramai yang datang. Di akhir acara saya menanyai panitia, mereka bilang sekitar 80 orang yang hadir menyaksikan #DKJT malam itu.

Tempatnya di Misty, gedung yang baru direnovasi. Belum banyak yang tahu gedung ini, tapi keren banget ternyata. Oom Imot – salah satu comic jebolan kompetisi stand-up comedy di Kompas TV – dipercaya menjadi Voice Over (VO). Hanya suaranya saja yang kedengaran, mungkin sang empunya acara takut kalau orangnya juga nongol, nanti malah merusak suasana. Hahaha.

Abe adalah comic pertama yang naik. Materi Abe malam itu sedikit offensive dan seksis. Tidak ada masalah dengan pemilihan materi seperti ini, tapi ternyata tidak semua orang mampu tertawa mendengar materi Abe. Tapi Abe tetap percaya diri, tidak bergetar sama sekali, santai tapi sindirannya dalam. Beberapa materinya juga ‘kena’ malam itu. Seusai acara Abe menghampiri saya dan meminta pendapat saya soal penampilannya. Dengan gaya saya, saya bilang, “Ini mau dihibur atau mau pendapat yang jujur?” Hahaha. Seorang comic menurut saya harus peka terhadap penampilannya. Saya pun tahu kapan saya bagus, kapan saya kurang bagus. Tapi Abe saya kira cukup menghangatkan suasana sebagai penampil pertama malam itu.

Comic kedua, Peppe, naik dengan lagu pengantar “Libur Telah Tiba” milik penyanyi cilik Tasya. Peppe ingin mengambil persona mahasiswa imut, kacamata tebal, pakaian rapi, rambut kelimis. Sayup-sayup terdengar di sebelah ada penonton yang komentar, “Ihh, lucu banget sih ini cowok…” Sepertinya itu suara dari penonton wanita. Selamat ya, Pe, personanya dapat malam itu.

Peppe terlihat sedikit tegang di awal. Wajar sekali, saya teringat saat #tanpabatas pun saya tegang, jadi ini hal yang wajar dialami comic. Apalagi ini show pertamanya. Tapi lambat laun Peppe mampu membawa penonton ke alamnya. Peppe membawa saya – dan penonton lain – ke dunia mahasiswa. Para mahasiswa akan terwakili dengan materi-materi Peppe, dan yang alumnus seperti saya, seolah dibawa kembali ke masa-masa kuliah dulu. Dari mulai masalah titip absen sampai masalah ospek, lalu masalah rumahnya yang jauh dari kampus, dll.

Peppe menunjukkan sebuah teknik baru malam itu: “pelesetan callback“. Nggak usah buka buku teori, karena teknik ini tidak ada di buku manapun. Penasaran apa itu? Mudah-mudahan #DKJT mampir ke kota kamu.

Comic ketiga, Gian masuk. Harus diakui Gian adalah comic dengan LPM paling tinggi malam itu. Tidak mengecilkan yang lain, karena penampilan yang baik bukan hanya dinilai dari LPM tentunya.

Gian masuk dengan suara sirine, gimmick-nya paling matang malam itu, nggak usah diceritain karena nanti jadi spoiler. Setlist-nya terlihat sangat rapi. Mulai dengan materi yang sangat personal, menjelek-jelekkan diri sendiri – walau memang sudah jelek, hahaha – yang berhasil mendapat simpati penonton. Setelah mendapat simpati penonton, Gian lalu hajar materi yang lebih berat, soal opininya tentang kehidupan beragama, masalah sosial, dll. Tekniknya terlihat sangat matang, tapi memang karena ditunjang materinya yang juga bagus. Selamat Gian!

Comic keempat, atau yang terakhir malam itu, adalah Reno. Saya bilang Reno adalah one of the best story teller yang ada saat ini. Dia mungkin bisa jadi pesaing Pandji di kemudian hari. Maaf kalau dirasa lebay, tapi cara bertutur Reno malam itu benar-benar asik untuk didengar. Seperti mendengar aksi seorang pemain ketoprak. Saya duduk di sebelah Awwe – salah satu comic Bekasi – malam itu. Saat Reno tampil, kami sering cekikikan sama-sama walau Reno belum mencapai punchline. Cara Reno bercerita soal Jogja, soal dia sering naik pesawat, dan lain-lain, begitu asik untuk diikuti.

Reno mengaku dirinya sempat ragu untuk membawakan materi tentang Jogja di Jogja, takutnya jadi basi. Tapi ternyata malam itu keraguannya sama sekali tidak terbukti. Selamat, Bro!

Untuk sebuah mini-show, #DKJT dipersiapkan dengan sangat serius. Pemilihan venuegimmick, musik latar, sponsor, sangat rapi. Secara keseluruhan saya puas sekali menonton #DKJT. Sebuah show pembuktian, comic yang belum terkenal – menurut pengakuan mereka lho. Selamat juga untuk komunitas Standup Indo Jogja, ini adalah sebuah kerja tim tentunya.

Ternyata tidak terlalu penting untuk menjadi terkenal, kalian sekarang sudah cukup dikenal oleh kami rekan sesama comic.

Pulangnya kami makan sate klatak. Itu salah satu bagian penting kalau mengunjungi Jogja.

Saya jarang berdoa, tapi saya berdoa #DKJT bisa mampir ke kota-kota lain. Harusnya ke depan lebih banyak show seperti: #DKJT, #MarahTawa, Serigala Mencari Jodoh, dll.

Viva la komtung!

Sammy @notaslimboy, bukan penonton bayaran #DKJT

DKJT-salute

Tentang #tanpabatas

#tanpabatas adalah sebuah standup comedy project gua yang mengusung idealisme bahwa sebenarnya komedi tidak mengenal batas.

Hari ini, gua juga mau klarifikasi bahwa Standup Comedy bukanlah sebuah seni yang eksklusif, yang mengaku dirinya lebih cerdas, yang mengaku dirinya lebih berkasta dari komedi lain.

Standup Comedy tidak membatasi tema, dan seorang comic juga tidak membatasi pergaulan dengan komedian lain.

Semua komedian telah berjasa menghadirkan tawa dalam hidup banyak orang.

Gua sebagai seorang comic, juga dipengaruhi oleh bayak komedian Indonesia baik itu yang telah lebih dulu berkiprah atau yang saat ini bersama-sama berkiprah di dunia komedi Indonesia.

Stand up comedy, hanya sebagian kecil jadi jenis komedi, dan semuanya bertujuan sama: menghadirkan tawa bagi masyarakat Indonesia.

Dalam beberapa penampilan gua sering meledek komedian lain. Itulah komedi. Bahkan idola kita, atau orang yang berjasa bagi kita tidak pelak dari bahan ledekan.

Bukan hanya standup comedy yang menuntut pikiran yang terbuka, semua komedi juga memerlukan itu. Niscaya semua perbedaan bisa dicairkan melalui lelucon yang dihadirkan.

Berikut ini, daftar komedian yang menurut gua cukup berpengaruh di dunia komedi Indonesia, dan terutama banyak mempengaruhi gua:

  • Kwartet Jaya (Edi Soed, Bing Slamet, Ateng, Iskak)
  • Bing Slamet (1927 – 1974)
  • Ateng (1942 – 2003)
  • Iskak (1933 – 2000)
  • Benyamin S. (1939 – 1995)
  • Haji Bokir (1925 – 2002)
  • Bagio CS (S. Bagio, Darto Helm, Diran, Sol Saleh)
  • S. Bagio (1933 – 1993)
  • Diran (1936 – 1996)
  • Darto Helm (1943 – 2004)
  • Sol Saleh (1933 – 2002)
  • Djalal (1946 – 1980)
  • Didu (1949 – 1985)
  • De’ Kabayan (Kang Ibing, Aom Kusman, Suryana Patah)
  • Kang Ibing (1946 – 2010)
  • Aom Kusman (1946 – 2011)
  • Mang Diman (1930 – 2001)
  • Abah Us Us (1939 – 2010)
  • Jayakarta Grup (Jojon, Cahyono, Esther, Joice, Uuk)
  • Jojon
  • Cahyono
  • Warkop (Dono, Kasino, Indro, Nanu, Rudy Badil)
  • Dono (1951 – 2001)
  • Kasino (1950 – 1997)
  • Nanu (1952 – 1983)
  • Sersan Prambors (Sys NS, Muklis, Nana Krip, Pepeng, Krisna Purwana)
  • Srimulat
  • Gepeng (1950 – 1988)
  • Asmuni (1932 – 2007)
  • Timbul (1942 – 2009)
  • Basuki (1956 – 2007)
  • Bendot (1925 – 2001)
  • Triman (1917 – 2002)
  • Taufik Savalas (1966 – 2007)
  • Bagito (Miing, Didin, Unang)
  • Patrio (Akri, Parto, Eko)
  • Mandra
  • Malih
  • Bolot
  • Sule
  • Cagur (Denny, Narji, Wendy)
  • Padhyangan Project (Izur, Denny, Daan, Joe, Iyang, Wawan, Denden)
  • Project Pop (Udjo, Yosi, Odie, Tika, Gugum, Oon)
  • Aming
  • Abdel Achrian
  • Cak Lontong
  • Iwel
  • @StandupIndo
  • Pandji
  • Raditya Dika
  • Ernest Prakasa
  • Isman
  • Rindra
  • Ence Bagus
  • Acho
  • Arief Didu
  • Luqman
  • Mosidik
  • Akbar
  • Soleh Solihun
  • Boris Bokir
  • Jui Purwoto
  • Adjis Doaibu

#tanpabatas

23 Juni 2012 akan jadi tanggal yang bersejarah dalam hidup gua. Gua akan perform dalam sebuah stand-up comedy special bertajuk #tanpbatas selama kurang lebih satu jam.

Gua nggak hanya sendiri, akan ada my comrades: Acho (@muhadkly), Ence (@encebagus), Rindra (@ponakannyaom) dan Band Sindikat Senar Putus yang juga akan ikut perform membuka acara gua ini.

Sesuai dengan dengan namanya #tanpabatas, acara ini akan menghadirkan materi yang tidak terbatas. Sangat disarankan untuk orang-orang yang berpikiran terbuka atau baru mau membuka pikiran atau orang-orang yang mau move on dari dunia status quo (hehehe, gila… berat bahasanya ya …).

Penyampaian materi juga dibuat seunik mungkin dengan sentuhan: musik, presentation slide dan video. Menampilkan banyak topik dari berbagai sudut pandang masing-masing comic.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan:

Auditorium RRI, Jl. Medan Merdeka Barat 4-5, Jakarta. 19.30 WIB. Ticket Box open: 14.00 WIB

Harga Ticket:

  • Presale – Bawah 70rb, Balkon 50rb.
  • On the spot – Bawah 80rb, Balkon 60rb.

Pemesanan Ticket:

1. Open mic (mulai jam 19 WIB)

  • Selasa – Jakarta Utara, Pals Garden, Jl.Boulevard Barat, Kelapa Gading Blok LC7/3-6, twitter: @Standup_Jakut
  • Selasa – Depok, Zoe Cafe, Jl . Margonda Raya No. 27, twitter: @StandupIndoDPK
  • Kamis – Bekasi/Jakarta Timur, Coffee Toffee, Jl. Kalimalang, twitter: @StandupIndo_BKS
  • Jumat – Bintaro, Coffee Toffee Bintaro Sektor 1, twitter: @StandupBTS

2. Online via trf BCA

  • Lakukan transfer ke BCA No: 6870935534 a/n Elsa Lestari br. Sembiring via ATM/m-banking/setor tunai/Internet Banking
  • Sertakan berita: tanpabatas balkon, atau tanpa batas bawah, bila tidak memungkinkan bisa disingkat: tb balkon atau tb bawah, bila tidak memungkinkan berikan jumlah transfer yg spesifik misalnya 50.124 atau 100.134 (3 digit di belakang untuk pengenal kami)
  • Kirim email konfirmasi ke elsa.s.meliala@gmail.com dengan menyertakan attachment: scan/foto bukti setor atau scan/foto struk ATM atau konfirmasi Internet Banking atau paste/capture berirta m-Banking
  • Subject email: konfirmasi pembelian ticket #tanpabatas
  • Isi email: Nama penyetor/pemilik rekening, Balkon/Bawah, jumlah Rupiah yang ditransfer dan jumlah tiket.
  • Kami akan mengirim reply email
  • Cetak/print email reply kami utk dibawa pada Hari-H bersama bukti transfer atau struk ATM atau print-out Internet Banking atau print-out SMS m-Banking atau SMS konfirmasi yang tidak dihapus dari HP m-Banking.

Hari-H:

  1. Ticket-Box dibuka di lokasi pada tanggal 23 Juni 2012 untuk pembelian on the spot mulai pukul 14.00 WIB
  2. Pembeli melalui proses presale (open mic/online) bisa menukar kwitansi atau print-out email + dokumen pendukung dengan ticket asli mulai jam 14.00 pada Hari-H. Proses ini sekaligus menentukan tempat duduk yang diinginkan.
  3. Setelah itu pintu ruang pertunjukkan mulai akan dibuka pukul 18.30 dan penonton bisa menempati tempat duduk yang telah ditentukan
  4. Pertunjukkan akan dimulai pukul 19.30 dan pintu akan ditutup pada pukul 20.00.
INFO: Sambil ngantri di ticket box, ada beberapa comic nekat yang akan perform, lho.

Pesan sekarang juga. Bila sold-out sebelum Hari-H, kemungkinan kami akan menambah jadwal pertunjukkan  di siang hari (preshow).

Viva la komtung.